Polisi Temukan Surat Wasiat Ayah Ajak Anak Bunuh Diri di Kudus, Begini Isinya

Antara ยท Kamis, 08 Oktober 2020 - 23:58:00 WIB
Polisi Temukan Surat Wasiat Ayah Ajak Anak Bunuh Diri di Kudus, Begini Isinya
Warga melihat kondisi rumah EG yang diduga mengajak anaknya bunuh diri lantaran depresi takut kena virus corona di Jati, Kudus. (Foto: Antara)

KUDUS, iNews.id – Polisi masih menyelidiki kasus dugaan ayah mengajak anaknya bunuh diri karena depresi khawatir terkena virus corona (Covid-19) di Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kudus, Kamis (8/10/2020). Kedua korban yakni, EG (48) dan IM (12).

"Kami belum bisa menyimpulkan kejadian tersebut apakah masuk kategori bunuh diri atau pembunuhan karena masih didalami sehingga belum bisa menyimpulkan apa-apa," kata Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma.

Dari hasil olah tempat kejadian (TKP), kata dia, petugas menemukan tulisan di secarik kertas yang bertuliskan "Makamkan kami dengan protokol kesehatan dengan satu liang". “Ditemukan juga tali plastik menggantung di kamar anak,” katanya.

Ayah dan anak itu ditemukan tergeletak dalam kondisi kritis di rumahnya, Kamis (8/10/2020) sore.

Dia mengatakan, IM, anak EG nyawanya tak terselamatkan saat dalam perjalanan ke rumah sakit. Sedangkan sang ayah, EG kondisinya kritis dan kini mendapat perawatan di RSUD Loekmono Hadi Kudus.

Sebelum peristiwa nahas tersebut, EG diketahui beberapa kali ke Puskesmas Ngembal Kulon mengeluhkan gejala mengarah Covid-19, namun ketika dilakukan tes cepat (rapid test) Covid-19 hasilnya nonreaktif.

Belum puas dengan hasil tersebut, EG dikabarkan melakukan tes usap tenggorokan (swab) mandiri di salah satu klinik di Kabupaten Kudus.

Saat peristiwa dugaan bunuh diri pukul 17.00 WIB, istri EG sedang tidak ada di rumah sehingga hanya ada EG dan IM.

Tetangga korban, Ani mengungkapkan yang pertama mengetahui dugaan bunuh diri merupakan istri EG ketika pulang dari bepergian sekitar pukul 17.00 WIB.

“Saat ditemukan bapak dan anak tersebut dalam kondisi kritis di rumahnya. IM ditemukan di kursi dengan posisi terlilit sarung dan EG ditemukan tergeletak di lantai dengan tangan kiri mengeluarkan darah,” katanya.

Kepala Puskesmas Jati Kulon Kamal mengatakan, ketika tim medis dari Puskesmas Jati Kulon bersama Tim Indonesia Automatic Finger Print Identification System atau identifikasi TKP (Tempat Kejadian Perkara) Polres Kudus bersama Polsek Jati untuk oleh TKP, keduanya ditemukan masih dalam keadaan hidup.

Namun, kata dia, dalam perjalanan menuju RSUD Loekmono Hadi Kudus, IM meninggal dunia.


Editor : Kastolani Marzuki