Konser Dangdut Waket DPRD Tegal, Polisi: Sudah Dihentikan, tapi Tersangka Ngeyel

Taufik Budi ยท Selasa, 29 September 2020 - 17:45:00 WIB
Konser Dangdut Waket DPRD Tegal, Polisi: Sudah Dihentikan, tapi Tersangka Ngeyel
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna. (Foto: dok SINDOnews)

SEMARANG, iNews.id – Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo sudah resmi menyandang status tersangka terkait konser dangdut yang digelarnya pada Rabu 23 September 2020 lau. Sebelum konser dangdut itu viral, polisi mengklaim sudah berupaya menghentikan acara yang mengundang kerumunan massa itu.

“Dari Polsek sudah melakukan penghentian, mendatangi, mengimbau untuk segera dihentikan acaranya,” kata Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, kepada awak media, Selasa (29/9/2020).

Namun, upaya itu diabaikan pihak penyelenggara sehingga acara dangdut berlangsung hingga dini hari. “Yang bersangkutan (tersangka) tetap bersikeras melaksanakan kegiatan sehingga kita lihat kejadian itu sampai pukul 01.00 WIB acaranya,” kata dia.

Usai kejadian tersebut, polisi bergerak cepat dengan memanggil penyelenggara acara yakni Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo (WES). Kapolsek Tegal Selatan langsung dicopot dari jabatannya. Tak berselang lama, Wasmad juga ditetapkan sebagai tersangka.

Pimpinan Dewan itu dijerat pasal berlapis yaitu Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kesehatan yang ancamannya 4,5 bulan. Kemudian Pasal 216 KUHP karena tersangka dinilai tidak menghiraukan peringatan petugas dengan ancaman hukuman satu tahun penjara.

“Kita melakukan tindakan penyidikan oleh Polres Tegal dan di-backup oleh Polda Jateng. Atas imbauan itulah maka kita melakukan penyidikan dan mengenakan Pasal 216 tidak mengindahkan imbauan petugas kepolisian,” katanya.

Iskandar  menyebutkan total sebanyak 19 saksi telah dipriksa. Dari jumlah itu, 3 di antaranya merupakan saksi ahli pidana, kesehatan dan ahli bahasa.

"Saksi lain dari sipil maupun anggota sudah kami periksa berjumlah 16 orang. 5 orang diantaranya dari anggota Polri. Beberapa barang bukti sudah kami sita yaitu surat keterangan, surat-surat yang diajukan dari awal dan setelah ada pencabutan dari Polsek itu juga menjadi barang bukti," kata Iskandar.

Menurutnya dalam pengajuan izin hajatan, tersangka tidak menyebutkan adanya panggung hiburan dan musik. Setelah Polsek tahu bahwa kegiatan itu menyelenggarakan dangdutan yang cukup besar maka izin tersebut dicabut oleh Polsek. Tetapi hal ini tidak dihiraukan oleh penyelenggara dan tetap melaksanakan kegiatan.

Dia menjelaskan, pemeriksaan terhadap tersangka yang semula dilaksanakan oleh Polres Tegal Kota kini telah diambil alih Ditreskrimum Polda Jateng. Untuk itu, tersangka kini harus wajib lapor ke penyidik di Mapolda Jateng.

“Kalau wajib lapor dilaksanakan setiap hari. Kalau kemarin masih dilakukan pemeriksaan oleh Polres Tegal, sejak tadi malam diambil alih oleh Ditreskrimum Polda Jateng, yang melakukan penyidikannya. Pemeriksaan di Polda Jateng,” katanya.

Diketahui, panggung dangdut yang digelar Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo berlangsung di Lapangan Tegal Selatan pada Rabu 23 September. Kegiatan itu dihadiri ribuan penonton dan mengabaikan protokol kesehatan sehingga rawan terhadap penularan Covid-19. 

Editor : Kastolani Marzuki