Legislator PKB Jateng Minta Pemerintah Bantu Petani Tambak Atasi Limbah

Kastolani ยท Selasa, 18 Februari 2020 - 03:05:00 WIB
Legislator PKB Jateng Minta Pemerintah Bantu Petani Tambak Atasi Limbah
Petani tambak di Pantura Jateng membutuhkan bantuan pemerintah untuk mengatasi pencemaran limbah. (Foto: Dok.iNews.id)

SEMARANG, iNews.id - Petani tambak di wilayah Pantura Jateng dihadapkan persoalan limbah yang mencemari lokasi usaha mereka. Pencemaran limbah itu berdampak pada kelangsungan usaha petani hingga tidak sedikit yang beralih pekerjaan.

Anggota Komisi B DPRD Jateng Abu Hafsin Al Muktafa mengatakan, limbah menjadi tantangan terbesar bagi para petani tambak.

“Karena limbah ini berpengaruh pada kualitas air tambak. Sehingga bibit udang ataupun ikan, sangat rentan mati. Dan potensi gagal panen sangat besar,” ujar Abu Hafsin dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/2/2020).

Gus Tafa mengatakan, kualitas air yang baik menjadi syarat utama para petani tambak dalam menumbuhkembangkan ikan atau udang yang menjadi usaha mereka.

“Saya banyak mendapat keluhan masyarakat di Kaliwungu Kendal soal limbah ini. Mereka mayoritas mengeluhkan susahnya mengembangkan sektor pertanian tambak akibat limbah. Apalagi di satu sisi, masih banyak masyarakat setempat yang asal buang sampah ke sungai. Dimana sungai itu nanti juga akan menuju area tambak,” katanya.

Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Jateng ini menambahkan, jika petani tambak merugi, dipastikan mereka akan alih profesi ke sektor lain. Hal ini juga akan berpengaruh pada volume produksi ikan budi daya.

“Saat ini sudah banyak yang mulai alih profesi. Karena sebagaian besar sudah tidak sanggup lagi membiayai lahan garapannya akibat gagal panen,” kata Legislator Dapil XIII Jateng ini.

Melihat kompleksnya masalah ini, lanjut Gus Tafa, perlu peranan semua pihak, dalam hal ini pemerintah, dan seluruh elemen terkait, serta masyarakat dalam upaya menjaga lingkungan dan meminimalisir limbah.

“Misalnya Dinas Pertanian atau Perikanan memiliki program pendampingan secara intensif kepada petani tambak untuk peningkatan hasil panen. Instansi lain juga gencar memberikan sosialisai kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Sehingga ada solusi komprehensif,” ujarnya.


Editor : Kastolani Marzuki