Lereng Gunung Slamet, Saksi Dahsyatnya Pertempuran TNI dengan Tentara Belanda di Banyumas

iNews.id · Selasa, 17 Agustus 2021 - 06:40:00 WIB
 Lereng Gunung Slamet, Saksi Dahsyatnya Pertempuran TNI dengan Tentara Belanda di Banyumas
Monumen Prompong dibangun sekitar tahun 1979 untuk mengenang pertempuran yang terjadi di Dusun Prompong antara pasukan RI dengan Belanda. (Foto: iNews.id).

Namun karena jumlah pasukan dan senjata pasukan pelajar IMAM kalah dari musuh, pasukan IMAM perlahan mundur dengan membawa serta korban. Termasuk pemimpin mereka Mochammad Besar dan Soeparto anggota Kompi Koesworo yang juga berasal dari IMAM serta dua korban dari Hizbullah dan tiga penduduk desa yang ikut gugur.

Dalam pertempuran tersebut, sangat terasa sekali betapa tidak berdayanya pasukan RI yang kalah dalam segi persenjataan dan pengalamann dibanding pasukan Belanda yang sudah terlatih. Usai pertempuran, pasukan RI mulai bergeser dari Prompong ke utara dan sebagian lagi ke arah barat.

Sebagai bentuk penghormatan untuk mengenang gugurnya para pahlawan dalam pertempuran Prompong. Maka keluarga besar IMAM membangun 'Monumen Prompong' yang terletak di jalan raya antara Purwokerto-Baturraden. 

Tugu berdiameter 200 sentimeter dengan tinggi 140 sentimeter dan berbentuk silinder serta tidak beraturan dibangun sekitar tahun 1979 untuk mengenang pertempuran yang terjadi di Dusun Prompong antara pasukan RI dengan Belanda. 

Di antara tugu tersebut tersemat kalimat yang tertulis, meskipun sudah mulai lapuk termakan usia, tapi sepenggal kalimat tersebut menggambarkan betapa dahsyatnya pertempuran kala itu.

Di pagi cerah dan hening ini, Gunung Slamet megah bagai saksi, Musuh datang merobek kesunyian  Awali hiruk pikuk pertempuran, Akhirnya Ku relakan jiwa ragaku ini, Kubiarkan darahku membasuh bumi  Kesemuanya untuk tanah pusaka tercinta, Indonesia merdeka (Prompong, 8 Agustus 1947.

Editor : Ahmad Antoni

Bagikan Artikel: