Longsor Timbun Permukiman Warga di Banyubiru Semarang, Akses Jalan Putus
SEMARANG, iNews.id - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Semarang selama beberapa jam memicu bencana longsor di Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Senin (4/5/2026). Material tanah bercampur lumpur dari tebing tinggi tiba-tiba ambrol dan menerjang permukiman warga hingga menutup akses jalan utama di desa tersebut.
Longsor terjadi di dua titik berbeda, yakni Dusun Srandil dan Dusun Bungkah. Tebing setinggi sekitar 30 meter tidak mampu menahan debit air hujan yang terus mengguyur selama sepekan terakhir.
Akibatnya, material tanah dalam jumlah besar menutup jalur penghubung antarwilayah. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh total karena akses utama tidak bisa dilalui.
Tak hanya menutup jalan, lumpur juga masuk ke area rumah warga. Ketinggian material longsor bahkan mencapai sekitar 2 meter di halaman hingga teras rumah.
Salah satu warga terdampak, Saefudin, menggambarkan situasi yang dialaminya.
"Lumpurnya penuhi jalan dan halaman rumah sampai setinggi 2 meter," ujarnya, Senin (4/5/2026).
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dampaknya cukup signifikan. Warga kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari karena terisolasi akibat akses jalan yang tertutup.
Warga pun langsung bergerak melakukan gotong royong membersihkan material longsor. Dengan peralatan sederhana, mereka berupaya membuka kembali jalur yang tertutup.
Namun, upaya tersebut tidak berjalan maksimal. Akses menuju lokasi yang sulit membuat alat berat tidak bisa masuk untuk mempercepat proses pembersihan.
Kepala Desa Sepakung, Ahmad Nuri, mengatakan pihaknya sudah melaporkan kondisi tersebut ke instansi terkait.
"Kami sudah sampaikan ke PU kondisi desa kami seperti ini namun untuk sistem dan cara penanganan seperti apa kami belum mampu. Sebab tebing ini berada di tengah permukiman dan sangat tinggi," katanya
Desa Sepakung diketahui memang berada di kawasan rawan longsor karena banyaknya tebing di sekitar permukiman. Dengan kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, ancaman longsor susulan masih menghantui warga. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu.
Editor: Donald Karouw