Marak Aksi Klitih, Polisi Minta Driver Ojol di Kulonprogo Jangan Pancing Situasi

Kuntadi ยท Jumat, 07 Februari 2020 - 23:30:00 WIB
Marak Aksi Klitih, Polisi Minta Driver Ojol di Kulonprogo Jangan Pancing Situasi
Kapolres Kulonprogo AKBP Tartono memberikan arahan kepada para driver ojol untuk selalu berbudaya santun di jalan. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Aksi klitih atau kejahatan jalanan yang marak terjadi di sejumlah daerah di DIY disikapi serius jajaran Polres Kulonprogo dengan mengumpulkan seluruh driver ojek online (ojol). Mereka diminta untuk tetap mematuhi peraturan lalu lintas dan tidak memancing situasi yang bisa menimbulkan gesekan.

Kapolres Kulonprogo AKBP Tartono mengatakan, tertib berlalu lintas dan bisa menghormati pengguna jalan lainnya merupakan salah satu cara menghindari gesekan antarpengguna jalan yang bisa memicu kejahatan jalanan atau klitih.

“Jangan memancing situasi dan kondisi yang tidak diharapkan. Berkendara harus tertib dan menghormati pemakai jalan lain,” jelas Kapolres dalam sarasehan bersama dengan pengemudi ojek online (ojol), Pemda Kulonprogo di RM Dapur Resto, Wates, Jumat (7/2/2020).

Menurut Kapolres, berkendaraan dengan tertib dengan mematuhi rambu dan kelengkapan yang merupakan jaminan terwujudnya keamanan, ketertiban dan lalulintas lancar. Jika tidak tertib akan bersinggungan dengan pemakai jalan yang lain. Hal ini akan memicu gesekan, sehingga berujung emosi. Ujung-ujungnya akan ada mulut, kekerasan, dendam, yang memicu terjadinya kejahatan jalanan.

“Kejahatan di jalan tidak mungkin tiba-tiba. Tidak mungkin di jalan langsung dibacok. Bisa dendam, atau masalah lain,” katanya.

Karena itu, Tartono meminta agar keselamatan dijalanan menjadi yang utama. Bukan hanya untuk keselamatan pribadi, namun juga orang lain. Begitu juga dengan pejalan kaki tetap harus dihormati ketika ada di jalan.

“Mari kita hormati pengguna jalan yang lain, itu harus dinomorsatukan. Warga DIY itu santun dan itu istimewa,” ucapnya.     

Wakapolres Kulonprogo Kompol Dedi Surya Dharma mengatakan, Polres Kulonprogo telah memiliki aplikasi alwa. Aplikasi ini bisa di-download pengemudi ojol untuk mengantisipasi adanya gangguan keamanan, kejahatan dan beberapa permasalahan lain.

Bahkan dalam kondisi darurat mereka bisa menekan aplikasi ini untuk menarik perhatian orang yang ada disekitarnya agar terhindar dari aksi kejahatan.“Aplikasi ini akan langsung direspon dan kita sediakan server khusus,” tuturnya.

Kabid Angkutan dan Perparkiran Dinas Perhubungan Kulonprogo, Arif Martono meminta agar pengguna jalan untuk senantiasa menghormati rambu-rambu yang sudah terpasang. Kerap di beberapa titik, mereka menaikkan dan menurunkan penumpang di lokasi  rambu lalulintas. Hal ini bisa mengganggu kelancaran dalam berlalu lintas. “Rambu-rambu harus ditatai, agar lalulintas lancar,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Niken Probolaras berharap para pengemudi ojek online bisa memberikan kenyamanan kepada penumpang. Mereka bisa menjadi ujung tombak bagi pemasaran pariwisata di Kulonprogo. “Kita banyak memiliki destinasi baru yang bisa dijadikan alternatif bagi wisatawan,” ujarnya.


Editor : Kastolani Marzuki