Membandel saat Dikarantina, ODP di Kudus Akan Dikunci di Kamar

Nani Suherni ยท Senin, 27 April 2020 - 15:05 WIB
Membandel saat Dikarantina, ODP di Kudus Akan Dikunci di Kamar
Plt Bupati Kudus HM Hartopo di Terminal Induk Jati (Foto: Dok Humas Pemprov Jateng)

KUDUS, iNews.id - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo memastikan semua tempat karantina Covid-19 bagi pemudik telah siap di wilayahnya. Hartopo pun meminta petugas tidak segan mengunci pemudik berstatus orang dalam pemantauan (ODP) yang membandel saat dikarantina.

Beberapa posko dan lokasi karantina yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng) yakni di antaranya Terminal Induk Jati, Rusunawa Bakalan Krapyak, Posko Covid-19 Gondosari, Balai Diklat Sonyawarih dan terakhir Posko Covid-19 Simpang Tujuh Kudus.

Saat meninjau Rusunawa Bakalan Krapyak untuk memastikan kelancaran proses karantina, Hartopo berpesan agar tetap melaksanakan tugas sesuai protokol. Salah satunya menggunakan alat pelindung diri (APD) yang telah ditentukan.

“Saya harapkan agar para petugas karantina untuk tetap semangat menjadi pahlawan bagi saudara kita yang pulang dari perantauan. Bekali diri dengan APD yang telah disediakan,” ujarnya dikutip website resmi Pemprov Jateng, Senin (27/4/2020).

Selain itu, Hartopo juga menekankan untuk selalu memantau setiap aktivitas serta perkembangan kesehatan ODP yang dikarantina. Tim protokol kesehatan yang ada di masing-masing tempat karantina, diminta selalu mengontrol keseharian dari ODP yang dikarantina.

“Anjurkan selalu menggunakan masker dalam berkomunikasi serta terapkan sosial dan physical distancing kepada mereka. Jika membandel dan tidak mengikuti arahan petugas, jangan segan untuk mengunci mereka di dalam kamarnya masing-masing,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Kudus Catur Gatot Efendi mengatakan, ODP yang dikarantina harus kompak bersama petugas untuk memutus mata rantai Covid-19 di Kabupaten Kudus. Kehadiran forkopimda diharapkan menjadi motivasi tersendiri bagi mereka.

“Kami dari Forkopimda Kabupaten Kudus bersama dengan Pemkab Kudus datang untuk memberikan motivasi kepada para petugas dan ODP yang dikarantina. Harapan kami semoga pandemi ini segera berlalu, dan kita dapat kembali dalam kehidupan semula,” ucap Catur.

Catur juga berpesan kepada para petugas ditempat karantina agar tidak mencampurkan antara sampah dari ODP dengan sampah dari masyarakat umum. Sebab dikhawatirkan sampah dari ODP berisiko menginfeksi orang lain.

“Pesan saya buat bapak ibu sekalian, tolong agar sampah dari orang yang dikarantina agar tidak dicampur dengan sampah masyarakat umum, khawatirnya nanti jika terindikasi positif malah akan menularkan ke orang lain. Bila perlu sampah dari ODP langsung dimusnahkan saja dengan cara dibakar,” katanya.


Editor : Nani Suherni