Mengintip Aktivitas Membatik Eks Pengidap Gangguan Jiwa di Panti Pangrukti Mulyo Rembang
Satu rombongan biasanya dipilih personel yang sudah memiliki kedekatan batin, sehingga selama proses pengerjaan akan lebih mudah bekerja sama dan tidak saling mengganggu.
Kepala Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Mental Pangrukti Mulyo, Rudi Agus mengakui kondisi kejiwaan warga panti penerima manfaat tidak bisa dipastikan akan selalu stabil.
Tapi kadang kala kambuh tidak mood, sehingga tahu-tahu sudah pergi meninggalkan lokasi latihan. Pengasuh berupaya menerapkan pendekatan khusus supaya fokus mengerjakan tugas membatik.
“Memang harus sabar pak. Ketika normal, mudah diarahkan. Ketika mereka saat baru kambuh, mereka ndak mau. Kalau dipaksa sedikit, malah hasilnya nggak karu-karuan. Maka peran dari pengasuh penting sekali, agar penerima manfaat (penghuni panti) mau menyelesaikan. Hasil kain batik kita jual saat ada pameran atau kunjungan dari pihak luar, “ katanya.
Selain memberikan latihan membatik, di Panti Pangrukti Mulyo juga membekali para penerima manfaat dengan ketrampilan membuat keset dan pot bunga. Pihak panti ingin ada bekal positif yang diperoleh, sebelum mereka kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Editor: Ahmad Antoni