Minibus Gran Max Tabrak Pohon di Kulonprogo, Sopir dan Penumpang Kritis
KULONPROGO, iNews.id – Minibus Gran Max nopol AA 16 ZW menabrak pohon mahoni Jalan Raya Wates-Purworejo Km 4, Triharjo, Kulonprogo, Jumat (10/3/2020) siang. Kecelakaan tunggal itu mengakibatkan dua orang luka-luka.
Belum diketahui pasti penyebab kecelakaan tunggal itu, namun diduga lantaran sopir minibus lalai hingga tidak mampu mengendalikan laju kendaraan.
Evakuasi kedua korban berlangsung dramatis. Petugas dibantu warga harus hati-hati mengevakuasi lantaran kedua korban terjepit kabin kendaraan yang ringsek.
Selang satu jam kedua korban yang kritis berhasil dikeluarkan dan dilarikan ke RSUD Wates untuk mendapatkan perawatan medis.
Diperoleh informasi, kecelakaan tunggal di jalan nasional itu terjadi sekitar pukul 14.15 WIB. Minibus Gran max putih itu melaju dari utara ke selatan ke arah Purworejo dengan kecepatan tinggi.
Tiba di lokasi kejadian, mobil melaju oleng lalu menabrak pohon mahoni di sisi kanan jalan. “Mobilnya cukup kencang dan tadi benturannya keras,” kata saksi mata, Hasto Yuwono.
Kerasnya benturan itu membuat warga sekitar kaget. Mereka pun berdatangan ke lokasi kejadian dan berupaya mengevakuasi kedua korban yang terjepit.
Namun saat akan mendekat, mencium bau alkohol yang menyengat dan ada uap keluar dari mobil. Takut terjadi kebakaran, saksi kemudian menghubungi polisi.

Petugas kepolisian dan PMI yang datang langsung melakukan upaya evakuasi. Namun mereka kesulitan, karena kedua korban tergencet bodi kendaraan. Hingga akhirnya harus mendatangkan tim dari Basarnas Yogyakarta yang memiliki peralatan hidrolic jack untuk merenggangkan bodi kendaraan. Kedua korban yang berhasil dievakuasi langsung dilarikan ke RSUD Wates.
“Kita fokus evakuasi korban dulu, identitasnya belum ada,” kata petugas Lakalantas Polres Kulonprogo, Aiptu Heru Saefudin.
Melihat pohon mahoni yang tumbang, kemungkinan mobil ini melaju kencang. Apalagi lokasi kejadian jalannya lebar dan halus. Sementara saat kejadian suasana lengang.
Menurut Heru, mobil ini membawa sejumlah perkakas kaitan dengan sangkar burung, pakan burung dan beberapa jeriken ethanol. Bahkan ada burung yang lepas dari sangkar yang dibawanya. Pengemudi seorang laki-laki dengan perawakan gemuk. Sedangkan penumpang perempuan duduk di samping kiri sopir.
Rescuer Basarnas Yogyakarta, Adi Fahroni, mengatakan tidak ada kendala untuk evakuasi korban. Hanya lokasinya yang sempit menjadi proses agak lama. Namun dengan menggunakan spreader dan hodrolick jack keduanya bisa berhasil dievakuasi. “Kendala sebenarnya tidak ada, kita gunakan spreader dan hidrolik jack,” ucapnya.
Akibat kecelakaan ini, petugas terpaksa mengalihkan arus kendaraan di jalan nasional ini. Petugas menutup narus ini hingga satu jam.
Editor: Kastolani Marzuki