Muncul Retakan Baru, Korban Longsor di Kulonprogo Diimbau Tak Pulang ke Rumah

Budi Utomo ยท Senin, 23 Maret 2020 - 11:33 WIB
Muncul Retakan Baru, Korban Longsor di Kulonprogo Diimbau Tak Pulang ke Rumah
Bukit setinggi 30 meter Pedukuhan Sabrang Kidul, Kelurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo, Kulonprogo, Yogyakarta longsor (Foto: iNews/Budi Utomo)

KULONPROGO, iNews.id - Satu unit alat berat diterjunkan untuk mengeruk material lonsor di Pedukuhan Sabrang Kidul, Kelurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo, Kulonprogo, Yogyakarta. Hingga kini warga diimbau tak kembali ke rumah karena muncul retakan baru di sekitar lokasi.

Alat berat tersebut terus mengeruk longsoran bukit setinggi 30 meter yang sempat menimbun rumah milik Joko Yuwono. Selain keluarga Joko, belasan warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian juga turut mengungsi.

Mereka memilih tak menempati rumah mereka lantaran masih khawatir longsor susulan. Apalagi, sejumlah retakan baru yang masih muncul di sejumlah titik. Salah satu warga Jiyanti memilih tidur di warungnya yang lebih aman dibanding kembali ke rumah.

"Enggak (ditempati) takutlah. Saya milih tidur diwarung lebih amanlah," katanya, Senin (23/2/2020).

Hal senada juga dikeluhkan warga Sainem. Dia menuturkan retakan di bukit bisa longsor saat hujan. Apalagi informasi yang dia dapat retakan baru banyak terlihat.

"Seandainya sore kelihatan retak, sore itu sudah runtuh sudah beberapa kali," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dukuh Sabrang Kidul Parsuki mengatakan, warga memang diimbau tidak kembali ke rumah. Saat ini terpantau retakan baru yang berpotensi lonsor.

"Ada retakan mengarah ke utara jadi hari Jumat itu digaruk tetapi sekarang ada retakan baru lagi, sekitar 2 meter panjang 5 meteran, jadi ini masih bisa dianggap rawan. Kami anjurkan untuk mengungsi agar lebih aman," ujarnya.

Untuk pemasangan bronjong, BPDB Kulonprogo sudah memberikan fasilitas kawat. Tetapi, batu untuk mengisi bronjong diserahkan kepada warga.

"Ada bronjong besi dari BPBD tapi swadaya batunya dari warga belum sanggup karena di sini memang tidak ada batu. Jadi kami keberatan untuk mengisi batunya," kata Parsuki.


Editor : Nani Suherni