Nekat Keluar Rumah saat Lockdown, 4.000 Warga Prancis Didenda

Nathania Riris Michico ยท Kamis, 19 Maret 2020 - 20:38 WIB
Nekat Keluar Rumah saat Lockdown, 4.000 Warga Prancis Didenda
Piramida Louvre di Paris (Foto: AFP)

PARIS, iNews.id - Prancis pada Senin (19/3/2020) menerapkan lockdown. Pemerintah pun melarang warga berseliweran di luar rumah.

Pada hari penerapan lockdown, polisi Prancis menjatuhkan hukuman denda kepada lebih dari 4.000 orang. Jika sebelumnya mereka ditenda 35 euro, maka untuk pelanggar di hari selanjutnya dikenakan 135 euro.

"Sejak pagi ini, kami memulai prosedur dan 4.095 orang didenda (karena melanggar aturan)," kata Menteri Dalam Negeri Christophe Castaner, kepada televisi TF1, Kamis (19/3/2020).

Dari tengah hari pada Selasa, warga Prancis dikurung di rumah mereka selain untuk perjalanan penting. Mereka harus menandatangani dokumen yang menyatakan ke mana mereka akan pergi.

"Tujuan kami adalah melindungi Prancis. Cara terbaik untuk melindungi kehidupan adalah tinggal di rumah," katanya.

Ditanya soal fakta bahwa banyak orang Prancis di seluruh negeri masih berjalan atau jogging, Castaner mengatakan hal ini diizinkan selama orang-orang pergi ke luar sendirian.

Mengumumkan lockdown pada Senin, Presiden Emmanuel Macron mengatakan olahraga diizinkan, berbeda dengan langkah-langkah yang lebih ketat di Italia dan Spanyol.

"Orang tidak akan tetap terkurung, terutama mereka yang tidak akan bekerja, untuk dua pekan ke depan. Tapi tolong hindari melakukannya dalam berkelompok," kata Castaner.

"Ini adalah disiplin dan mentalitas kewarganegaraan. Jika perlu, kita akan keras dan akan memberi sanksi kepada orang," katanya, memperingatkan.

Diminta mengomentari tiga orang Prancis yang melakukan meditasi dan yoga di pantai, dia mengatakan hal itu boleh saja, namun mereka tidak boleh duduk begitu berdekatan.

"Sebagian besar orang Prancis bertanggung jawab dan mengubah perilaku mereka. Tetapi ada minoritas yang berperilaku berbahaya," tuturnya.

Prancis berusaha keras menahan pandemi korona yang menewaskan lebih dari 260 orang dan menginfeksi lebih dari 9.100 di negara itu.


Editor : Nani Suherni