Nenek Rubingah Ditemukan Usai Menghilang setelah Viral di Media Sosial

Heru Trijoko ยท Jumat, 24 Januari 2020 - 15:10 WIB
Nenek Rubingah Ditemukan Usai Menghilang setelah Viral di Media Sosial
Kepala Dukuh I Kranggan Suharmadi (tengah) berbicara dengan nenek Rubingah (kanan) (Foto: iNews.id/Heru Trijoko)

SLEMAN, iNews.id - Setelah menghilang pascakasus kekerasan yang dialaminya di Pasar Gendeng, Sleman, Yogyakarta, nenek Rubingah akhirnya ditemukan warga. Rubingah yang hidup sebatang kara ini ditemukan warga Kamis (23/1/2020) sore kemarin.

Menurut saksi mata, si nenek terlihat berteduh di bawah guyuran hujan di sekitar Pasar Prambanan Sleman.

Kepala Dukuh I Kranggan Suharmadi mengatakan, Rubingah sempat ketakutan karena kasus kemarin. Sejak bercerai dengan suaminya puluhan tahun lalu, Rubingah terlihat depresi dan jiwanya terganggu. Hanya orang yang dianggap cocok yang mau diajak bicara.

BACA JUGA: Underpass Terpanjang di Indonesia yang Ada di Yogyakarta Resmi Dibuka

"Kira-kira setelah satu hari lebih, ditemukan di sekitar Pasar Prambanan lagi berteguh pas hujan," kata Suharmadi, Jumat (24/1/2020).

Suharmadi menjelaskan, pascakejadian di pasar, Rubingah sempat pulang ke rumahnya di Kranggan, Berbah, Sleman. Namun tak lama, nenek itu pamit ingin pergi.

"Pulang sebentar usai kejadian itu. Tapi langsung pamit ke saya katanya mau ke Piyungan, tapi sampai 1x24 jam enggak pulang," ucapnya.

Dia memastikan, kasus penganiayaan Rubingah yang sempat viral di media sosial sudah selesai dengan cara kekeluargaan. Hal ini mengingat aspek psikologis dari Rubingah.

Dihampiri awak media, Rubingah terlihat tak ingin diwawancarai. Dia menolak dan menjauh dari kamera yang memburunya.

BACA JUGA: Heboh, Komik Berkonten Dewasa Tersebar di Kalangan Siswa SD Kendal

Sebelumnya, video nenek berbaju biru dianiaya seorang pria di Pasar Gendeng, Sleman, DIY, viral di media sosial. Dalam percakapan di video, diketahui nenek itu diduga hendak mencuri buah di pasar.

Dalam video yang diunggah kabar netizen, penutup kepala nenek berbaju biru ditarik oleh salah seorang di lokasi tersebut. Nenek itu juga berkali-kali meminta maaf.

"Nyuwun ngapuro (saya minta maaf)," ujar sang nenek berulang-ulang.


Editor : Nani Suherni