get app
inews
Aa Text
Read Next : Bus PO Rosalia Indah Terbakar di Tol Sragen, Penumpang Panik

Pasutri di Sragen Positif Covid-19, Kadinkes: Mereka Tidak Percaya Hasil Tes Swab

Senin, 20 Juli 2020 - 12:10:00 WIB
Pasutri di Sragen Positif Covid-19, Kadinkes: Mereka Tidak Percaya Hasil Tes Swab
Ilustrasi tes swab (Foto: Sindonews)

SRAGEN, iNews.id - Pasangan suami istri atau pasutri asal Peleman, Gemolong, Sragen menolak hasil tes swab positif Covid-19. Mereka sebelumnya juga dinyatakan reaktif Covid-19 lewat rapid test di Pasar Geyer.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, Hargiyanto mengatakan, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sragen bertambah enam orang. Dua orang di antaranya berinisial PS, (54) dan M (42) suami istri asal Peleman, Gemolong, Sragen. Sementara empat orang terkonfirmasi positif Covid-19 lainnya, DS (31) warga Ketro, Tanon; AB (48) warga Bangle, Tanon; C (14) warga Ngembatpadas, Gemolong; dan N (64) warga Genengduwur, Gemolong.

“Dua orang dirawat di rumah sakit, yakni DS dirawat di RS Kasih Ibu Solo dan N dirawat di RSUD Gemolong. Dua lainnya orang tanpa gejala dikarantina di Technopark Sragen, yakni AB dan C. Sementara dua orang yang dari Gemolong PS dan M mbalela karena tidak percaya dengan hasil laboratorium uji swab,” ujar Hargiyanto.

Dia menjelaskan kasus N yang dirawat di RSUD dr Soeratno Gemolong, Sragen, menjadi kewaspadaan tersendiri karena merupakan pedagang Pasar Gemolong. Hargiyanto berencana melakukan tracing, Senin (20/7/2020), kepada pedagang yang pernah kontak erat dengan N.

Hargiyanto sudah menjajaki situasi di Pasar Gemolong supaya tracing berjalan lancar. Tracing juga akan dilakukan di Pasar Geyer, Grobogan, karena pasutri asal Gemolong, Sragen, yang positif Covid-19 merupakan pedagang Pasar Geyer.

"Semua kontak erat dari hasil tracing akan langsung dites swab. Sekarang sudah tidak perlu pakai rapid test. Posisi Sragen di di tengah antara daerah yang banyak ditemukan kasus. Kami berusaha maksimal agar bisa ditekan,” ujarnya.

Hargiyanto menceritakan N yang merupakan pedagang Pasar Gemolong awalnya merupakan pasien dalam pengawasan atau PDP di RSUD Gemolong. Dia kemudian dites swab dan hasilnya positif.

Sementara pasutri asal Gemolong, Sragen, PS dan M, sebelumnya reaktif berdasarkan hasil rapid test di Pasar Geyer dan setelah dites swab hasilnya positif Covid-19. Namun yang bersangkutan tidak percaya dengan hasil swab test tersebut.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKK Sragen, Sri Subekti mengatakan, PS dan M merupakan pedagang di Pasar Geyer. Kemudian AB, warga Bangle, Tanon, jelas dia, merupakan pelaku perjalanan (PP) ke Manokwari, Papua.

AB melakukan rapid test mandiri dan hasilnya reaktif kemudian ikut swab test dan hasilnya positif. C, 14, merupakan kontak erat S, pasien RSUD dr Moewardi Solo yang sudah sembuh. C merupakan keponakan atau tetangga dari S.

“Untuk pedagang Pasar Gemolong, N, awalnya sakit batuk pilek selama sepekan. Ia kemudian periksa lalu opname menjadi PDP di RSUD Gemolong. Setelah di tes swab hasilnya positif Covid-19. Sekarang kami masih berkoordinasi untuk rencana tracing besok,” ucapnya.

Artikel ini telah tayang di Solopos.com dengan judul "Mbalela! Pasutri Gemolong Sragen Menolak Percaya Hasil Tes Swab-Nya Positif Covid-19"

Editor: Nani Suherni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut