Pelaku Penyerangan Habib Umar Assegaf di Solo Jadi 7 Orang

Ahmad Antoni, Ary Wahyu Wibowo ยท Kamis, 13 Agustus 2020 - 13:32:00 WIB
Pelaku Penyerangan Habib Umar Assegaf di Solo Jadi 7 Orang
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat memberikan keterangan pers d Mapolresta Surakarta, Kamis (13/8/2020). (Foto : Istimewa)

SEMARANG, iNews.id - Pelaku penyerangan terhadap Habib Umar Assegaf dan keluarganya saat acara Midodareni (doa di malam sebelum akad nikah) di Pasar Kliwon Solo, Sabtu (8/8/2020), bertambah. Kini totalnya ada tujuh orang. Lima di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka dan dua masih dalam proses penyidikan.

"Kami sudah memeriksa 35 orang saksi dari masyarakat sekitar yang melihat dan mendengar secara lansgung kejadian kemarin. langit runtuh akan tetap kita kejar dan tegakkan hukum atas kasus ini," kata Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat memberikan keterangan pers d Mapolresta Solo, Kamis (13/8/2020).

"Perannya masing-masing pelaku masih didalami oleh penyidik, tersangka masih di wilayah seputaran Pasar Kliwon," ujarnya lagi.

Para pelaku masing-masing berinisial BD, ML, RN, MM dan MS, N, dan A, Ketujuh pelaku diancam dengan Pasal 170 KUHP dan 160 KUHP serta Pasal 335 KUHP JO Pasal 55 KUHP dan 56 KUHP Tentang Kekerasan Terhadap Orang di Muka Umum.

Ahmad Luthfi menegaskan kepada para pelaku untuk segera menyerahkan diri serta menghimbau kepada msyarakat yang memiliki informsai tentang kelompok intoleran untuk segera menyampaikan kepada pihak kepolisian.

"Negara tidak boleh kalah dengan intoleransi, kelompok radikal, dan premanisme, para pelaku untuk segera menyerahkan diri atau kita tangkap," ucapnya.

Sebelumnya, Ahmad Luthfi pada minggu lalu telah memerintahkan kepada seluruh Kapolres sejajaran Polda Jateng untuk menagkap kelompok intoleran, bahwa tidak ada tempat untuk kelompok intoleran di wilayah hukum Jawa Tengah. Dia menegaskan Polri tidak akan pandang buluh dalam menangani kelompok radikal dan kelompok intoleran

"Polri tidak pandang bulu, semua sama dimuka hukum, tidak peduli itu kelompok radikal atau kelompok intoleran akan kita lakukan tindakan hukum,” ucapnya.


Editor : Nani Suherni