Pembunuh Istri dan Ibu Mertua di Purworejo Divonis Mati, Warga Bersorak Bahagia

Joe Hartoyo ยท Jumat, 25 Oktober 2019 - 12:26 WIB
Pembunuh Istri dan Ibu Mertua di Purworejo Divonis Mati, Warga Bersorak Bahagia
Warga dan keluarga korban yang mengikuti jalannya sidang vonis pembunuhan istri dan mertua di Purworejo, Kamis (24/10/2019). (Foto: iNews.id/Joe Hartoyo).

PURWOREJO, iNews.id - Majelis hakim menjatuhkan vonis mati terhadap Gunardi (35), pelaku pembunuhan yang menewaskan istri dan mertuanya di Purworejo, Jawa Tengah. Puluhan warga yang mengikuti jalannya sidang, bersorak usai vonis dijatuhkan.

Majelis hakim yang dipimpin Mardison dengan anggota Setyorini Wulandari dan Diah Ayu Marti Astuti menyatakan terdakwa terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap tiga korban.

Menurut Madison, terdakwa pernah mengancam akan menghancurkan keluarga korban. Jadi tidak masuk logika hukum jika terdakwa bawa pisau untuk berjaga-jaga.

“Alasan bahwa pisau akan ditunjukkan untuk menakut-nakuti korban, juga tidak masuk akal," kata majelis hakim dalam sidang di Ruang Sidang Cakra Kejari Purworejo, Kamis (25/10/2019).

Majelis hakim mengatakan ada sejumlah alasan yang memberatkan terdakwa. Di antaranya, perbuatannya meresahkan, sadistis dan keji. Selain itu anak kandung terdakwa juga terluka dan mengalami trauma akibat penganiayaan. Di sisi lain, tidak ada satu pun hal yang dianggap bisa meringankan terdakwa.

BACA JUGA: Pelaku Minum Racun usai Bunuh Istri dan Aniaya Mertua, Begini Kronologinya

Sementara, penasehat hukum terdakwa, Dewa K Antara mengatakan pihaknya pikir-pikir dengan putusan tersebut. Menurutnya vonis mati melanggar HAM dan dinilai terlalu berat untuk perkara itu tidak masuk kejahatan luar biasa.

“Kami akan pikir-pikir dulu, tapi kemungkinan besar akan mengajukan banding,” kata Dewa.

Salah satu keluarga korban, Purhati Larasati menyatakan rasa terima kasihnya kepada majelis hakim. “Saya sangat senang mendengar putusan ini dan lega,” katanya sembari menangis.

Sementara, pimpinan sidang, Madison mengatakan hukuman maksimal yang dipasalkan kepada tersangka memang hukuman mati, dan terkait banding, itu hak mereka,” katanya usai sidang.

Terkait hukuman mati yang dianggap melanggar HAM, menurut Madison, hal itu tergantung kasusnya. Dalam memutus perkara, majelis hakim akan mempertimbangkan beberapa hal.

Di antaranya social justice, legal justice dan moral justice. Social justice artinya bagaimana masyarakat dalam menilai vonis itu. Legal justice artinya kepastian hukumnya. Sementara moral justice artinya pertimbangan rasa keadilan oleh majelis hakim sendiri.

BACA JUGA: Menolak Diceraikan, Suami Bunuh Istri dan Aniaya Anak serta Mertua di Purworejo

Kapolres Purworejo, AKBP Andri K Mangunsong mengatakan warga sudah mendengar putusan langsung dari hakim terkait vonis terhadap tersangka. Dia berharap tidak ada lagi aksi-aksi tuntutan dari warga.

“Kami sudah siagakan 100 personil untuk mengamankan sidang ini, jika misal putusan sidang tidak sesuai dengan tuntutan masyarakat, untungnya situasi kondusif,” katanya.

Warga Desa Panggel Dlangu, Kecamatan Butuh, Purworejo yang mengikuti sidang, menyambut gembira vonis mati. Mereka sontak bertepuk tangan saat mendengar vonis yang dijatuhkan. Hukuman ini sesuai dengan harapan dan tuntutan masyarakat.

Beberapa warga juga terlihat menangis dan bertakbir. Warga yang didominasi orang tua ini juga membawa sejumlah poster tuntutan dan terima kasih kepada majelis hakim. Mereka menganggap majelis hakim telah mengedepankan nurani dalam memutus perkara ini.

BACA JUGA: Korban Pembunuhan Suami di Purworejo Diusulkan Dapat Kenaikan Pangkat

Sebelumnya, Gunardi terlibat pertengkaran istrinya bernama Siti Sarah Apriyani (32). Pelaku yang menolak diceraikan lantas menebaskan parang ke muka dan leher bagian samping korban.

Keributan yang terjadi di rumah korban, diketahui ibu mertua, Endang Susilowati (50) yang memang tinggal serumah. Bermaksud melerai, Endang justru ikut dibacok dan meninggal dunia saat dalam perawatan di Rumah Sakit dr Tjitro Wardojo Purworejo.

Bapak mertua pelaku Muhamad Wahyono (65) dan anak kandungnya Kamila Azka Nisa (10) juga turut menjadi korban penganiayaan pelaku. Keduanya dirawat di rumah sakit.


Editor : Umaya Khusniah