Pemerintah Diminta Bantu Pengembangan Garam Organik di Purworejo
Meskipun berada di ruang yang tertutup plastik, tetap ada panas sehingga proses kristalisasi dapat terjadi. Lahan pembuatan garam dibuat berpetak-petak secara bertingkat agar air dapat mengalir kapan saja dengan gaya gravitasi.
Sistem pembuatan garam secara organik, tidak menggunakan bahan kimia tambahan serta ramah lingkungan. Dengan demikian, tidak menghasilkan limbah yang berbahaya bagi lingkungan. Sampai pertengahan tahun 2021, produksi garam terus meningkat dari 2,2 ton di bulan Januari menjadi 3,1 ton pada bulan Mei.
Produk yang dihasilkan berupa garam krosok dengan harga Rp2500 per kilogram, Rp4.000 per kilogram, dan Rp5.000 per kilogram. Pemasaran dalam bentuk curah dan kemasan 200 gram, 1.000 gram, 5.000 gram maupun 25 kilogram.
Produk garam digunakan untuk keperluan pupuk tanaman, suplemen pakan ternak, pakan ikan dan pakan udang. Bahkan bisa dipergunakn untuk pengobatan dan sebagainya.
“Kami berharap pemerintah ikut mendorong agar pembuatan garam terus dikembangkan,” kata Mufid, dari kelompok tani garam.
Editor: Ary Wahyu Wibowo