Pemilik Pabrik Kecap di Tegal Positif Corona, Belasan Karyawan Diisolasi

Yunibar ยท Selasa, 14 April 2020 - 15:30 WIB
Pemilik Pabrik Kecap di Tegal Positif Corona, Belasan Karyawan Diisolasi
Camat Pangkah Bambang Sihana memberikan penjelasan kepada belasan karyawan pabrik kecap yang diisolasi di bekas bangunan puskesmas. (Foto: iNews/Yunibar)

SLAWI, iNews.id – Belasan karyawan pabrik kecap dari Desa Penusupan, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal diisolasi komunal oleh pemerintah desa di bangunan bekas puskesmas desa, Selasa (14/4/2020).

Mereka dikarantina setelah pemilik pabrik yang berada di Kelurahan Kagok, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal terkonfirmasi positif corona.

Camat Pangkah, Bambang Sihana mengatakan, total ada 16 karyawan yang diisolasi tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Pangkah dan Pemerinta Desa Penusupan. Mereka akan dikarantina selama sepekan ke depan.

Para kaaryawan yang berstatus orang tanpa gejala itu juga harus menjalani rapid test oleh petugas medis berpakaian alat pelindung diri (APD) lengkap.

Dia menuturkan, dari 16 karyawan pabrik kecap itu tim medis dari Puskesmas Penusupan Kecamatan Pangkah mencurigai ada satu pekerja yang juga menjadi asisten rumah tangga pernah kontak langsung dengan pemilik perusahaan yang terkonfirmasi positif.

“Namun dari hasil rapid test yang dilakukan Selasa siang tadi, sebanyak 16 sampel darah pekerja semuanya negatif,” katanya, Selasa (14/4/2020).

Meski hasil tes darah negatif, kata dia, ke-16 karyawan tetap wajib menjalani isolasi komunal selama tujuh hari. Tim medis akan memantau kondisi kesehatan mereka, apalagi saat dilakukan pengecekan tekanan darah ada 10 pekerja pabrik dinyatakan memiliki tekanan darah yang tinggi.

“Setelah menjalani isolasi selama 3-4 hari mendatang, tim medis juga akan melakukan rapid tes tahap kedua. Jika pada rapid tes kedua  para pekerja dinyatakan negatif maka mereka diperbolehkan pulang,” ujarnya.

Selama proses isolasi komunal, kata Sihuna, para pekerja mendapatkan makanan sehat dan bergizi serta bantuan uang tunai Rp50.000 per orang yang dianggarkan dari APBDes.

Karyawan pabrik kecap, Umairoh mengatakan, total pekerja pabrik 35 orang, namun 16 di antaranya merupakan warga Desa Penusupan. “Sisanya pekerja dari desa tetangga,” ucapnya.

DIa mengaku khawatir terpapar virus corona. Karena itu, dai dan pekerja lainnya mengaku secara sukarela mengikuti isolasi komunal selama satu pekan.

Sementara itu suasana pabrik kecap di Kelurahan Kagok, Kecamatan Slawi yang berbatasan dengan Desa Penusupan tampak sepi dari aktivitas. Pabrik tersebut telah berhenti beroperasi pada akhir pekan lalu. Sejumlah petugas keamanan juga tidak nampak berjaga di pos satpam.


Editor : Kastolani Marzuki