Pencarian 26 Korban Longsor Banjarnegara, BNPB Siapkan Modifikasi Cuaca
Kepala BNPB meminta Kalaksa BPBD Kabupaten Banjarnegara untuk selalu memutakhirkan data pengungsi dan memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi.
"Pemenuhan kebutuhan dasar ini bukan hanya urusan permakanan. Jangan lupa, kita juga harus menyiapkan sandang, toilet, kamar mandi, hingga urusan persampahan. Hal-hal ini perlu diperhatikan," kata Suharyanto.

Melansir rilis Badan Geologi, peristiwa pergerakan tanah di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara ini merupakan gerakan tanah menengah. Artinya, wilayah ini dapat mengalami kejadian gerakan tanah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing pemotongan jalan, dan pada lereng yang mengalami gangguan.
Gerakan tanah lama dapat aktif kembali dipicu oleh curah hujan tinggi dan/atau getaran. Pada umumnya kisaran kemiringan lereng lebih dari 9 derajat.
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pergerakan tanah di wilayah ini antara lain lereng curam dengan perbedaan tinggi, tanah pelapukan yang gembur, mudah runtuh, dan jenuh air, curah hujan tinggi dan berdurasi lama yang meningkatkan tekanan pori, serta adanya rembesan di bawah permukaan.
Berdasarkan kajian geologi tersebut, maka BNPB mengimbau masyarakat di sekitar wilayah terdampak bencana untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman. BNPB mengingatkan kepada masyarakat bahwa lokasi terdampak bencana bukan sebuah destinasi wisata, oleh karena itu bagi warga masyarakat yang tidak berkepentingan, dilarang memasuki daerah terdampak demi keselamatan bersama.
Editor: Kastolani Marzuki