Pengemudi Ojol Diduga Dianiaya Debt Collector, Ratusan Driver Geruduk Kantor Leasing

Kuntadi ยท Rabu, 04 Maret 2020 - 17:56 WIB
Pengemudi Ojol Diduga Dianiaya Debt Collector, Ratusan Driver Geruduk Kantor Leasing
Ratusan pengemudi ojek online mendatangi kantor leasing yang ada di Jalan Wahid Hasyim, Sleman (Foto: iNews/Kuntadi)

SLEMAN, iNews.id – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) mendatangi kantor leasing yang ada di Jalan Wahid Hasyim, Sleman. Aksi solidaritas ini menyusul dugaan penganiayaan pengemudi ojol oleh debt collector salah satu leasing tersebut.

Luthfi Aditya Kusuma seorang driver ojol, pada Selasa (3/3/2020) sore dianiaya debt collector. Saat itu dia tengah melintas dan mendapati rekannya sesama ojol ribut dengan dua orang debt collector. Dia kemudian berusaha melerai.

"Jadi ada dua debt collector hendak menarik motor teman ojol, kemudian saya lerai," kata Luthfi usai melapor di Mapolsek Depok Sleman, Rabu (4/3/2020).

Saat itu, Lutfhi mencoba menjelaskan prosedur dan mekanisme penarikan motor. Kedua debt collector pun tidak membawa surat-surat pendukung. Namun kedua debt collector justru menghubungi rekan-rekannya. Sementara pengemudi ojol yang motornya ditarik diminta untuk melanjutkan perjalanan.

Tidak lama berselang ada sekitar 10 orang debt collector dan terjadi perdebatan panjang. Para pelaku kemudian melakukan penganiayaan dengan melakukan pengeroyokan terhadap pengemudi tersebut. Hingga akhirnya banyak warga berdatangan dan sejumlah debt collector kabur.

"Tiga pukulan di kening dan belakang telinga. Setelah pemukulan itu banyak warga yang datang dan para debt collector itu pergi," ujarnya.

Pascakejadian dia pun langsung menjalani visum di rumah sakit. Sedangkan kasusnya sudah dilaporkan ke polisi. Atas kejadian ini, rekan-rekan driver melakukan aksi solidaritas dengan mendatangi kantor leasing.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Depok Timur Iptu Dewo Mahardian mengatakan laporan korban sudah diterima. Saat ini korban akan menjalani pemeriksaan terlebih dahulu dengan penyidik.

"Laporan sudah ada, semalam terkendala waktu, saksi belum datang. Hari ini baru diperiksa," katanya.


Editor : Nani Suherni