Ditangkap, Penimbun di Semarang Simpan 4.000 Masker dan 208 Botol Antiseptik

Kristadi ยท Rabu, 04 Maret 2020 - 16:20 WIB
Ditangkap, Penimbun di Semarang Simpan 4.000 Masker dan 208 Botol Antiseptik
Barang bukti masker dan botol antiseptik dari tiga terduga penimbun di Semarang (Foto: iNews/Kristadi)

SEMARANG, iNews.id - Polda Jawa Tengah (Jateng) kembali menangkap satu orang penimbun masker dan alat kesehatan di Kota Semarang. Dari hasil penangkapan, polisi menyita ribuan masker.

Selasa (3/3/2020), Polda Jateng menangkap dua warga Semarang yakni Arif Kurniawan dan Meriyati yang diduga menimbun masker dan cairan antiseptik. Hari ini, Rabu (4/3/2020) polisi kembali menangkap satu warga Semarang bernama Mi Hong atas dugaan kasus serupa.

Dari ketiga pelaku, polisi mendapati barang bukti ratusan kardus berisi ribuan masker dari berbagai merek. Kemudian ribuan botol cairan antiseptik yang disimpan di masing-masing rumah dan gudang milik pelaku.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana mengatakan, dalam aksinya, pelaku membeli masker dan cairan antiseptik di beberapa tempat. Kemudian dikumpulkan di rumahnya.

Setelah terkumpul dengan jumlah banyak, pelaku menjual kembali secara online dengan harga lebih tinggi. Selain itu pelaku juga melayani pembeli dengan jumlah banyak.

"Barang bukti ini banyak yang mereka beli ada sekitar 10 kardus besar dengan masing-masing kardus itu isinya 40 kotak atau sekitar 4.000 lembar," ujarnya di Mapolres Jateng, Rabu (3/4/2020).

Selain marker, polisi juga menyita 208 botol gel antiseptik berbagai ukuran. Dari keterangan terduga pelaku kepada polisi, satu karton masker berisi 50 lembar yang biasanya dijual seharga Rp30.000 dijual dengan harga Rp270.000. Sedangkan cairan antiseptik atau hand sanitizer ukuran 500 mili yang biasanya dijual Rp40.000 oleh pelaku dijual Rp160.000.

Ketiga pelaku bakal dijerat undang-undang perdagangan dan perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun.

"Mereka sedang kami periksa, ini akan kami kenakan dua pasal, yakni Undang-undang perdagangan dan Undang-undang perlindungan konsumen," ucapnya.

Polisi masih akan mengembangkan kasus ini dengan memburu pelaku penimbunan lain. Diperkirakan di beberapa derah di Jateng terdapat praktek serupa.


Editor : Nani Suherni