Penghuni Lokalisasi Tolak Rencana Pemkot Semarang Tutup Kawasan Sunan Kuning

Kristadi ยท Rabu, 19 Juni 2019 - 05:34:00 WIB
Penghuni Lokalisasi Tolak Rencana Pemkot Semarang Tutup Kawasan Sunan Kuning
Pemkot Semarang berencana menutup Lokalisasi Sunan Kuning. (Foto: iNews.id/Kristadi)

SEMARANG, iNews.id – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Jawa Tengah menutup kawasan Resosialisasi Argorejo atau yang biasa dikenal dengan Lokalisasi Sunan Kuning ditentang penghuni lokalisasi.

Rencananya, lokalisasi itu ditutup pada Agustus mendatang. Pemkot pun mulai gencar menyosialisasikan kebijakan sejak bulan ini.

Pekerja seks komersial (PSK), Ayu mengaku sudah menghuni Sunan Kuning sejak 10 tahun lalu. Dia mengaku keberatan dengan rencana pemkot yang akan menutup tempatnya mencari nafkah.

Selain merasa belum memiliki bekal yang cukup baik keterampilan maupun uang yang berhasil dikumpulkan selama menjajakan diri di sunan kuning. Terlebih uang pengganti yang dikabarkan sebesar Rp10,5 juta yang dijanjikan pemkot semarang dirasa masih terlalu kecil bagi para bekas penghuni Sunan Kuning untuk memulai kehidupan yang baru.

“Ya, keberatan kalau kawasan ini ditutup, apalagi belum bisa ngumpulin duit banyak,” katanya, Selasa (18/6/2019).

Pengelola Resosialisasi Argorejo, Suwandi meminta pemkot semarang untuk benar-benar memperhatikan nasib para anak asuhnya jika nantinya menutup lokalisasi tersebut.

“Kalau benar-benar ditutup, kami minta pemerintah kota tidak menutup tempat usaha berizin di kawasan Sunan Kuning, seperti tempat karaoke dan salon,” katanya.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengakui tidak mudah menutup lokalisasi Sunan Kuning. Sebab, di lokasi ini masyoritas bangunan adalah milik pribadi masyarakat. Sehingga tidak bisa begitu saja digusur layaknya lokalisasi lain seperti Kalijodo.

Meski demikian, kata dia, Pemkot Semarang telah menyiapkan sejumlah langkah dengan menyiapkan kawasan Sunan Kuning sebagai kampung tematik dengan nama kampung kuliner yang pengawasanya langsung dilakukan oleh Pemkot Semarang.

Diketahui, Lokalisasi Sunan Kuning sudah ada sejak tahun 1960an. Setidaknya ada sekitar 177 usaha karaoke di mana sebagian di antaranya belum berizin. Sementara untuk hitungan jiwa, pihak pengelola Argorejo menyebut ada 10.000 jiwa yang menggantungkan hidupnya di Lokalisasi Sunan Kuning mulai dari masyarakat sekitar, pemandu karaoke, PSK hingga para pengusaha hiburan.

Editor : Kastolani Marzuki