Penyalur STNK Palsu di Wonosobo Ditangkap, Polisi Buru Pembuat

Didik Dono Hartono ยท Sabtu, 01 Februari 2020 - 10:08 WIB
Penyalur STNK Palsu di Wonosobo Ditangkap, Polisi Buru Pembuat
RD, pelaku penyalur STNK palsu di Wonosobo, Jateng, ditangkap polisi. (Foto: iNews/Didik Dono Hartono)

WONOSOBO, iNews.id - Sindikat pembuat Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) palsu berhasil diungkap oleh Satreskrim Polres Wonosobo. Sebanyak tujuh mobil berhasil disita dan seorang penyalur STNK palsu ditangkap.

Ketujuh mobil berbagai jenis dan merk ber-STNK palsu ini disita polisi dari para pemilik di Wonosobo, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (30/1/2020). STNK palsu tersebut didapat dari RD (39) warga Wonosobo.

Terungkapnya pemalsuan STNK ini berawal dari pemilik mobil Toyota Agya yang akan membayar pajak di Samsat keliling di Polsek Kertek. Saat dicocokkan, ternyata data kendaraan yang keluar tidak sama dengan database yang ada di Samsat.

Akhirnya petugas Samsat melaporkan hal tersebut ke Satreskrim Polres Wonosobo yang ditindaklanjuti dengan menangkap pelaku RD.

Kepada polisi, RD mengaku jika dia hanya perantara penyedia STNK palsu dan bertransaksi secara online dengan pembuat. Harga STNK tersebut Rp3 juta dan RD mendapatkan imbalan Rp500.000.

“Awalnya kenal di Facebook terus berlanjut obrolan dan dia menawarkan jasa pembuatan STNK. Kebetulan ada teman yang minta tolong suruh bikinin STNK, ya saya hubungkan,” katanya.

Dari pengembangan, polisi menemukan tujuh mobil serupa dari para pemilik kendaraan di Wonosobo. Semuanya disita, sementara pembuat STNK palsu masih dalam pengejaran dan menjadi DPO.

Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Heriyanto, modusnya data dari STNK asli hanya diganti di bagian nama dan plat nomor. Sekilas jika terkena razia, itu terlihat asli, padahal palsu.

“Pembuatnya sedang kita kejar karena dia berpindah-pindah. Terakhir berada di Kudus, sebelumnya di Jakarta,” katanya, Jumat (31/1/2020).

Kini tersangka harus mendekam di jeruji penjara dan akan dijerat dengan pasal 263 ayat (1) atau pasal 264 ayat (1) jo pasal 55 jo pasal 56 KUHP dengan ancaman pidana enam tahun penjara.


Editor : Umaya Khusniah