Pergerakan Masyarakat di Jateng Tinggi, Rapid Test Digelar Massal di 35 Kabupaten/Kota

Taufik Budi ยท Rabu, 27 Mei 2020 - 04:26 WIB
Pergerakan Masyarakat di Jateng Tinggi, Rapid Test Digelar Massal di 35 Kabupaten/Kota
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Foto: BNPB)

SEMARANG, iNews.id - Pergerakan masyarakat yang tinggi di bulan Ramadan serta Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, membuat Pemprov Jawa Tengah (Jateng) waspada penyebaran Covid-19 meningkat. Untuk mengantisipasi dan menangani masalah itu, akan digelar rapid test massal di 35 kabupaten/kota di Jateng.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, telah mendistribusikan 38.111 rapid test ke seluruh kabupaten/kota. Rapid test itu bakal menyasar pusat-pusat keramaian yang kemungkinan jadi episentrum baru dan bisa menjadi transmisi lokal.

"Beberapa bupati dan wali kota sudah melakukan. Seperti di Kota Semarang kemarin, di Pasar Kobong langsung menemukan 26, di dua masjid Semarang Barat menemukan tiga orang," kata Ganjar di Semarang, Selasa (26/5/2020).

Selain pusat-pusat keramaian tersebut, pihaknya juga terus melakukan penelusuran satu per satu orang dari daerah episentrum. Di antaranya dari Jakarta, Bogor Jawa Barat, Gowa Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur. Termasuk setelah terjadinya outbreaks di RS Kariadi, Salatiga, Purworejo, dan Kota Semarang.

"Kalau ini dirapid test lebih banyak lagi, kita akan tahu sebenarnya persebarannya di masyarakat seperti apa representasinya," ujarnya.

Sampai saat ini, 35 kabupaten/kota di seluruh Jateng telah menerima distribusi rapid test. Pendistribusian rapid test tersebut ditujukan ke dinas kesehatan kabupaten/kota dan rumah sakit rujukan Covid-19.

"Pekan kemarin sudah kami distribusikan beberapa peralatan. Bahkan, ada inisiatif dari daerah melakukan rapid test sendiri," kata Ganjar.

Totalnya sampai saat ini sebanyak 38.111 rapid test telah dibagikan dalam dua tahap. Tahap pertama, jumlah rapid test yang terdistribusi sebanyak 27.011. Untuk dinas kesehatan kabupaten/kota sebanyak 24.641, sementara untuk rumah sakit sejumlah 2.370.

Dari jumlah tersebut, yang sudah dilakukan pemeriksaaan sebanyak 22.337. Hasilnya, yang reaktif terdapat 809 orang dan nonreaktif sebanyak 21.528.

Sementara untuk tahap kedua, yang distribusikan ke 35 kabupaten/kota sejumlah 11.100. Sampai saat ini sudah dilakukan pemeriksaan sebanyak 3.411. Sebanyak 94 di antaranya reaktif dan 3.317 nonreaktif. Saat ini rapid test yang tersisa sebanyak 12.363.

"Sekarang kita tinggal meminta warga di tempat kerumunan dirapid test. Selain mereka, yang pasti dirapid test seperti pemudik, pekerja migran, di pasar, mal atau berasal dari daerah episentrum Covid-19," katanya.


Editor : Maria Christina