Viral Lansia di Sragen Diduga Minta Tebusan usai Temukan Dompet, Begini Faktanya
SRAGEN, iNews.id – Video pasangan lansia penjual siomay diduga meminta uang tebusan usai menemukan dompet di Kabupaten Sragen, viral di media sosial. Peristiwa tersebut diketahui terjadi di kawasan minimarket Desa Mojopuro, Kecamatan Sumberlawang.
Menindaklanjuti kasus viral tersebut, petugas Polsek Sumberlawang langsung turun tangan melakukan penelusuran dan meminta klarifikasi ke seluruh pihak yang terlibat.
Kapolsek Sumberlawang AKP Sudarmaji mengatakan, peristiwa ini bermula saat seorang warga bernama Ahmad Bahru kehilangan dompetnya usai berbelanja di Alfamart Desa Mojopuro pada Minggu (7/6/2026) siang. Menyadari barang berharganya raib, korban kembali ke lokasi untuk mengecek rekaman kamera CCTV.
“Dari hasil pengecekan rekaman CCTV, terlihat sepasang suami istri yang sehari-hari berjualan siomay mengambil dompet yang terjatuh di area depan minimarket,” katanya, Rabu (10/6/2026).
Korban kemudian berinisiatif mencari keberadaan pasangan tersebut. Ahmad Bahru akhirnya berhasil menemukan mereka saat sedang berjualan di wilayah Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang. Rekaman video pertemuan kedua belah pihak inilah yang kemudian diunggah dan viral di media sosial.
Kapolsek mengatakan, jajarannya langsung melakukan penyelidikan dengan mendatangi rumah penemu dompet maupun pihak korban.
“Dari hasil klarifikasi polisi, diperoleh sejumlah fakta bahwa pasangan suami istri penjual siomay mengakui telah menemukan dompet tersebut dan langsung menyerahkan sejumlah kartu identitas milik korban,” katanya.
Meski demikian, kata kapolsek, lansia penemu dompet mengklaim bahwa dompet beserta seluruh isinya telah terjatuh di jalan saat mereka dalam perjalanan pulang.
“Kami sempat melakukan penelusuran di sepanjang rute yang dilalui penemu dompet, namun barang bukti berupa dokumen penting dan uang tunai itu belum ditemukan,” ujarnya.
Menurut kapolsek, kasus tersebut akhirnya tidak berbuntut panjang ke ranah hukum. Pemilik dompet memilih untuk tidak memperpanjang persoalan tersebut.
"Korban memilih menyelesaikannya secara kekeluargaan setelah mengetahui kondisi ekonomi dan kondisi kejiwaan dari si penemu dompet," ujar Kapolsek Sumberlawang, AKP Sudarmaji.
Editor: Kastolani Marzuki