Pergerakan Tanah di Banjarnegara Rusak 5 Rumah Warga

Elis Novit · Selasa, 25 Februari 2020 - 17:00 WIB
Pergerakan Tanah di Banjarnegara Rusak 5 Rumah Warga
Rumah yang rusak karena pergerakan tanah di Desa Majatengah, Banjarmangu, Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng). (Foto: iNews/Elis Novit)

BANJARNEGARA, iNews.id - Lima rumah warga di Desa Majatengah, Banjarmangu, Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng) rusak berat. Kerusakan ini diduga karena pergerakan tanah.

Dari pantauan iNews, sejumlah rumah rusak mulai dari atap hingga lantai rusak. Bahkan rumah yang terbuat dari bahan kayu roboh, dinding rumah warga mengalami retak di semua sudut ruangan.

Rumah yang rusak karena pergerakan tanah di Desa Majatengah, Banjarmangu, Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng). (Foto: iNews/Elis Novit)
Rumah yang rusak karena pergerakan tanah di Desa Majatengah, Banjarmangu, Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng). (Foto: iNews/Elis Novit)

 

Retakan dengan lebar mencapai 15 hingga 20 sentimeter (cm) tak hanya di dinding rumah, lantai pun juga mengalami kerusakan.

Dari lima rumah warga, satu di antaranya telah dikosongkan. Untuk keselamatan penghuni, rumah yang mengalami kerusakan parah robohkan warga. Derasnya hujan selama sepekan di Banjarnegara mengakibatkan tanah di sekitar permukiman warga mengalami pergerakan.

Salah satu pemilik rumah yang rusak Supartin mengatakan, rumahnya ambles dan lantai retak hingga 50 cm. Saat kejadian, hujan dengan intensita tinggi mengguyur Banjarnegara.

"Itu pas hujan, pas mati lampu, pas orang sini lagi sepi," ucapnya, Selasa (25/2/2020).

Dia melihat beberapa lokasi semakin parah saat hujan kembali terjadi di Banjarnegara pada Senin (24/2/2020) malam. Jalan menuju rumahnya saat itu masih bisa dilewati, tetapi saat ini mengkhawatirkan.

Jalan rusak karena pergerakan tanah di Desa Majatengah, Banjarmangu, Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng). (Foto: iNews/Elis Novit)
Jalan rusak karena pergerakan tanah di Desa Majatengah, Banjarmangu, Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng). (Foto: iNews/Elis Novit)

 

"Kemarin (Senin) itu hujan deras enggak bisa tidur. Itu kemarin masih bisa diinjak, tapi pagi ini ko jadi tambah parah enggak bisa lewat sampai ke rumah-rumah retaknya," kata Supartin.

Dari data yang didapat iNews, sedikitnya 12 bangunan rumah warga terancam roboh. Sejumlah jalan antar dusun kini terputus karena pergerakan tanah.


Editor : Nani Suherni