Perkenalkan Mbah Sarikem, Wanita Tertua di Sragen Berumur 1,1 Abad

Agregasi Solopos · Selasa, 22 September 2020 - 10:50:00 WIB
Perkenalkan Mbah Sarikem, Wanita Tertua di Sragen Berumur 1,1 Abad
Mbah Sarikem, warga Dukuh Lemah Ireng RT 005, Jatitengah, Sukodono, Sragen, menjadi perempuan tertua di Sragen dengan umur 110 tahun. (Foto: Solopos/Tri Rahayu)

SRAGEN, iNews.id - Perkenalkan, Mbah Sarikem, warga Dukuh Lemah Ireng RT 005, Kebayanan Putat Sewu, Desa Jatitengah, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Mbah Sarikem merupakan wanita tertua Sragen dengan usai 110 tahun alias 1,1 abad.

Berdasarkan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sragen, Sarikem lahir di Sragen pada 5 Februari 1910 silam. Dari catatan Dispendukcapil yang kemudian diverifikasi BPS, maka Sarikem sementara menjadi orang tertua di Kabupaten Sragen dengan umur 110 tahun

Sarikem didatangi Kepala Badan Pusat Statustik (BPS) Sragen Toga Hamonangan didampingi Koordinator Sensus Kecamatan Sukodono Juli Kusmanto, Senin (21/9/2020). Kepala Desa Jatitengah, Sadi, bersama perangkat desa lain dan ketua RT setempat sudah berada di sebuah rumah yang dihuni Sarikem dengan anak dan menantunya, pasangan Sasmo Pawiro, (77), dan Kamsinah (76) beserta anak mereka.

Sarikem duduk di amben kayu yang juga menjadi tempat tidurnya. Di depan amben terdapat meja bundar berisi minuman dan makanan ringan. Kades Jatitengah Sadi sempat berbicara dengan Sarikem. Suara Sadi harus keras seperti orang berteriak dan menempel di telinga Sarikem sebelah kiri.

Hanya dengan suara keras wanita tertua di Sragen itu baru bisa mendengar. Terkadang pertanyaan yang disampaikan Sadi mendapat jawaban yang tidak nyambung alias slenco dari Sarikem.

"Umurku wis atusan taun. Kupingku wis budek. Ragaku ya wis ora kuat. Sikilku rasane jimpe-jimpe ora kuat kanggo jangkah. Mataku eneke mung pedhut, peteng, srengenge ora ketok blas. (Umur saya sudah ratusan tahun. Telinga saya tuli. Badanku ya tidak kuat. Kakiku rasanya kesemutan tidak kuat untuk melangkah. Mata saya adanya hanya kabut, gelap, matahari tidak kelihatan)," ucap Sarikem, Senin (21/9/2020).

Mbah Sarikem sudah ditinggal suaminya 26 tahun silam. Padangan Sarikem lurus ke depan namun kosong. Dia hanya terdiam ketika tidak ada orang yang mendekat.

Ketika Kepala BPS Toga Hamongan berpamitan, Sarikem sesegera mungkin menyahut tangannya dan dipegang serat seraya berkonsentrasi mendengarkan ucapan keras yang dilontarkan Toga. Sarikem berusaha untuk bercerita banyak dengan Toga karena Sarikem memang gemar bercerita kepada siapa pun. Dia juga mengisahkan anak pertamanya yang bernama Kamit dan sudah meninggal belasan tahun silam saat anaknya itu berumur 63 tahun.

Menantu Sarikem, Pawiro, membenarkan ibunya yang merupakan wanita tertua di Sragen sudah berusia 110 tahun alias 1,1 abad. Pawiro pun mengatakan, dari delapan anak Sarikem saat ini hanya tinggal lima orang yang masih hidup.

"Istri saya Kamsinah itu anak keempat. Saya menikah dengan Kamsinah itu tahun 1963, saat itu saya berumur 20 tahun dan istri saya berumur 19 tahun. Cucunya lebih dari 30 orang, buyutnya 20 orang ada, dan canggahnya sekitar 10 orang," ujar Sasmo Pawiro.

Keriput kulit tangan dan wajahnya menunjukkan betapa banyak pengalaman hidup yang sudah dilakoninya. Sarikem memiliki delapan anak dari dua suaminya, yakni Sarbini dan Narto Dikromo, yang sudah meninggal.

Dengan suami pertama, Sarbini, memiliki empat orang anak. Sarikem sekarang tinggal di rumah anaknya yang keempat dari suami pertamanya. Sementara dengan suami Narto Dikromo memiliki empat orang anak juga.

Saat muda, Sarikem ulet, tekun, dan pekerja keras sebagai pedagang keliling. Dia biasa berdagang bumbu dapur, tempe, minyak, dan lain-lain. Kulakan dari Pasar Bunder Sragen dijual lagi ke Pasar Jatitengah, Pasar Pojok Sukodono, dan Pasar Ngijo Pengkol, Tanon, serta ke Pasar Gabugan, Tanon.

Artikel ini telah tayang di Solopos.com dengan judul "Kisah Mbah Sarikem Wanita Tertua Di Sragen, Usianya 1,1 Abad"

Editor : Nani Suherni

Bagikan Artikel: