Video Viral Ganjar Marahi Pengunjung Kantin DPRD Jateng

Ahmad Antoni ยท Selasa, 22 September 2020 - 08:01:00 WIB
Video Viral Ganjar Marahi Pengunjung Kantin DPRD Jateng
Tangkapan layar Gubernur Ganjar Pranowo saat sidak di Kantin DPRD Jateng, Senin (21/9/2020)

SEMARANG, iNews.id - Sebuah video yang memperlihatkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo masuk ke Kantin DPRD Jateng dan marah-marah viral di Twitter. Mereka yang kena semprot Ganjar sebagian merupakan aparatur sipil negera (ASN).

Dalam video yang diunggah akun @gus_raharjo pada Senin (21/9/2020) tersebut, Ganjar terlihat meminta sejumlah pengunjung kantin menjaga jarak. Dia juga memperingatkan pengelola kantin untuk menertibkan pembeli. Bahkan, dia mengancam pengelola kantin tak boleh buka jika tak bisa mengatur pengunjung. Video tersebut mendapat tanggapan yang ramai dari netizen.

Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto memaklumi apa yang dilakukan gubernur. Pasalnya mayoritas yang sedang berada di kantin tersebut merupakan ASN Pemprov Jateng.

“Saya bisa memahami apa yang dilakukan Gubernur Ganjar karena ASN Pemprov menjadi tanggung jawab kepala daerah,” kata Bambang saat diminta tanggapan atas viralnya video tersebut.

Meski begitu, dia meminta gubernur bijak dalam mengingatkan pengunjung yang sedang berada dalam kantin. Diantaranya tidak perlu marah secara berlebihan, mengingat berdasarkan pengamatan di video tersebut, pengunjung sudah duduk dengan menjaga jarak.

“Selama ini pengelola kantin saya lihat sudah mengatur kursi dengan berjarak sekitar satu meter. Mungkin pengunjung ada yang menggeser kursi sehingga terjadi kerumunan,” ujar pria yang akrab disapa Bambang Krebo tersebut.

Sementara pada momen yang lain di hari yang sama, usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Jateng di lantai 4 Gedung Berlian, Gubernur Ganjar Pranowo terlihat diwawancara puluhan wartawan dan humas pemprov Jateng.

Dalam foto yang berkembang di kalangan anggota DPRD Jateng memperlihatkan wartawan tidak berjarak dan berkerumun. Namun, Ganjar tidak mengingatkan atau membubarkan kerumunan tersebut.

“Itu malah di depan mata gubernur. Harusnya wartawan diingatkan untuk jaga jarak tidak berkerumun. Ini agar tidak terkesan membeda-bedakan,” kata Bambang.


Editor : Nani Suherni