Pertama di Indonesia, UNS Fintech Center Diresmikan OJK

Kuntadi ยท Kamis, 12 Maret 2020 - 15:26 WIB
Pertama di Indonesia, UNS Fintech Center Diresmikan OJK
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (kiri) didampingi Rektor UNS Jamal Wiwoho (kanan) (Foto: Antara/Bambang Dwi Marwoto)

SOLO, iNews.id - Center for Fintech and Banking Universitas Sebelas Maret (UNS Fintech Center) diresmikan pada Kamis (12/3/2020). Peresmian dilakukan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dengan Rektor UNS Jamal Wiwoho.

Wimboh Santoso mengatakan UNS Fintech Center merupakan Fintech pertama di perguruan tinggi yang ada di Indonesia. UNS Fintech Center tersebut terletak di lantai 2 Gedung UPT Perpustakaan UNS.

“Ini merupakan upaya kita untuk bisa berkolaborasi antara OJK dan lembaga pendidikan dalam rangka memfasilitasi entrepreneur tentunya di bidang pendidikan," kata Wimboh di UNS, Kamis (12/3/2020).

Dia menuturkan, alasan OJK memilih UNS sebagai lokasi didirikannya Fintech Center ini lantaran UNS memiliki kemampuan untuk mengembangkan. Selain itu, lokasi UNS yang berada di tengah memudahkan orang untuk datang belajar tentang Fintech.

“Kami rasa pebentukan Fintech di Solo sangat pas. Yang dari timur jika ingin belajar dekat, kemudian yang dari barat juga dekat sehingga kita pilih UNS,” ujarnya.

Bekerjasama dengan OJK dan Bank Indonesia (BI), kehadiran Fintech Center ini bisa bermanfaat bagi anak muda yang ingin menjadi entrepreneur di bidang Fintech.

Sementara itu, Rektor UNS Jamal Wiwoho berharap hadirnya UNS Fintech Center bisa memberikan manfaat untuk sivitas akademika UNS dan masyarakat sekitar. Jamal menambahkan, hadirnya UNS Fintech Center ini melengkapi Pusat Unggulan Ipteks (PUI) yang dimiliki UNS. Saat ini, PUI UNS terdiri atas Pusat Pengembangan Baterai Lithium di Purwosari, Javanologi dan UNS Fintech Center.

“Untuk jam operasionalnya lantaran berada di Gedung UPT Perpustakaan UNS sampai malam yaitu pukul 22.00 WIB. Kemudian nantinya untuk desain ruangan juga akan kami sesuaikan dengan selera anak muda sehingga tidak terlalu formal," ujar Jamal.


Editor : Nani Suherni