PGRI DIY Ajukan Penangguhan Penahanan, Polda DIY: Bagaimana Perasaan Keluarga Korban

Gunarto Farhan ยท Kamis, 27 Februari 2020 - 12:51 WIB
PGRI DIY Ajukan Penangguhan Penahanan, Polda DIY: Bagaimana Perasaan Keluarga Korban
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yulianto (tengah) (Foto: iNews.id/Kuntadi)

YOGYAKARTA, iNews.id - Polda Daerah Istimewa Yogyakarta mengetahui rencana penangguhan penahanan terhadap tiga tersangka susur Sungai Sempor oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Penangguhan penahanan ini menjadi kewenangan penyidik.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto mengatakan apakah penangguhan penahanan yang diajukan PGRI sudah mempertimbangkan keluarga korban atau belum. Menurutnya, aspek tersebut juga harus dipikirkan PGRI sebelum mengambil keputusan.

"Keputusan penanguhan itu ada di penyidik. Silakan, dipikirkan dan juga dipertimbangkan ketika mengajukan permohonan itu apakah sudah memikirkan bagaimana perasaan keluarga korban yang 10 itu, bagaimana keluarga yang luka-luka," ucapnya, Kamis (27/2/2020).

Yuliyanto menyarankan agar lembaga hukum PGRI juga mempertimbangkan kondisi ketiga tersangka jika penangguhan penahanan dikabulkan. Namun, dia memastikan keputusan tersebut merupakan kewenangan penyidik.

"Apakah justru permohonan penangguhan penahanan itu menjadi tidak baik bagi tersangka atau tidak. Itu silakan saja. Tapi pada prinsipnya penangguhan penahanan itu hak dari setiap tersangka. Tapi dikabulkan atau itu kewenangan penyidik," kata Yuliyanto.

Sebelumnya, PGRI mengajukan penangguhan penahanan terhadap tiga guru pembina Pramuka SMPN 1 Turi Sleman yang menjadi tersangka kasus susur Sungai Sempor. PGRI juga akan membentuk tim advokasi untuk memberikan pendampingan hukum bagi ketiga tersangka.

Ketua Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) PGRI DIY, Sukirno mengatakan, pendampingan hukum dan pengajuan penahanan itu dilakukan agar ketiga tersangka tetap dapat beraktivitas mengajar siswa selama proses hukum berlangsung.

"Kami (PGRI) juga telah membentuk tim advokasi dengan menyiapkan empat pengacara," katanya saat menjenguk tiga tersangka di Mapolres Sleman, Rabu (26/2/2020).

Polres Sleman menetapkan tiga orang pembina pramuka sebagai tersangka dalam kasus susur Sungai Sempor, Sleman yang menewaskan 10 siswa. Tiga orang tersangka yakni IYA (37) dan R (58) merupakan guru dan pembina pramuka di SMP Negeri 1 Turi serta satu tersangka DDS, (58) dari swasta.


Editor : Nani Suherni