Polda DIY Tangkap Pasutri Pelaku Penipuan Investasi Senilai Rp15,6 Miliar

Antara ยท Senin, 03 Februari 2020 - 18:30 WIB
Polda DIY Tangkap Pasutri Pelaku Penipuan Investasi Senilai Rp15,6 Miliar
Kepala Bidang Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto (kiri) besama Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudy Satria saat jumpa pers penipuan investasi di Lobi Polda DIY, Senin (3/2/2020). (Foto: Antara/Luqman Hakim)

YOGYAKARTA, iNews.id - Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengamankan pasangan suami istri berinisal IF (41) dan MW (44), tersangka tindak pidana penipuan berkedok investasi. Aksi keduanya telah merugikan korban hingga Rp15,6 miliar.

Kepala Bidang Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto mengatakan kedua pelaku merupakan warga Wedomartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman. Mereka ditangkap di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 29 Januari 2020 oleh tim gabungan.

"Memang memerlukan waktu yang cukup lama sehingga yang bersangkutan baru bisa diamankan," kata Yuliyanto.

Dia mengatakan pengusutan kasus investasi abal-abal itu bermula dari laporan salah satu korban berinisial MM pada 14 Januari 2020. Korban yang merupakan warga Turi, Sleman melaporkan kerugian senilai Rp804,6 juta setelah terbuai janji pelaku melalui embel-embel kerja sama pengadaan gula pasir.

"Awalnya korban ini dijanjikan keuntungan Rp350 per kilogram (gula pasir) dengan harga beli dari pelaku yang merencanakan membeli gula pasir Rp250.000 per karungnya," ujarnya.

Direktur Ditreskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudy Satria menjelaskan modus operandi pelaku dalam menggaet korbannya yakni dengan menawarkan kerja sama pengadaan kebutuhan hotel, serta kerja sama pengadaan kebutuhan sembako (gula pasir). Kedua pelaku memanfaatkan pola "getok tular" atau penawaran dari mulut ke mulut.

"Pelaku menawarkan keuntungan di atas rata-rata mencapai 12 sampai 13 persen. Saya lihat pola ini yang paling banyak terjadi," ucapnya.

Dengan bendera UD Sakinah, kedua pelaku mencoba meyakinkan para korban dengan memberikan gambaran ada salah satu investornya yang berhasil mendapatkan keuntungan.

"Tapi dugaan kami ya gali lubang, tutup lubang," kata Burkan.

Hingga saat ini korban yang telah melapor tercatat sebanyak lima orang. Tetapi, polisi menduga masih banyak korban lain dari pelaku yang belum melapor dengan nilai kerugian yang diperkirakan lebih besar.

"Nanti kami kalkulasi ulang (nilai kerugiannya). Sementara ya sekitar Rp15,6 miliar," ucapnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka akan dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).


Editor : Nani Suherni