Polisi Tangkap Produsen Tembakau Gorila di Semarang, Pelaku Racik Narkoba di Kos

Ahmad Antoni ยท Jumat, 17 Juli 2020 - 17:31 WIB
Polisi Tangkap Produsen Tembakau Gorila di Semarang, Pelaku Racik Narkoba di Kos
Kapolres Semarang AKBP Gatot Hendro Hartono saat pemaparan pengungkapan home industry tembakau gorila jaringan nasional di Semarang, Jumat (17/7/2020). (Foto: Istimewa)

SEMARANG, iNews.id - Polres Semarang mengungkap home industry tembakau gorila jaringan nasional di sebuah indekos di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Lokasi ini terungkap setelah polisi menangkap pelaku bernama Yunus Muhammad Ansor (25), yang menjadi produsen sekaligus penjual narkoba tersebut antarkota antarprovinsi.

Kapolres Semarang AKBP Gatot Hendro Hartono mengatakan, penangkapan Yunus berawal dari penangkapan pembeli tembakau gorila atas nama Nike dan Arifin pada Rabu, 8 Juli lalu di kawasan Gamasan, Bandungan. Di hari yang sama, polisi menangkap Yudha, yang diduga menjadi perantara jual beli tembakau gorila di Bandungan.

"Dari informasi pembeli dan perantara, pada Kamis 9 Juli 2020, jajaran Satresnarkoba Polres Semarang menangkap Yunus di Gudang Gas LPG Ambarawa Kabupaten Semarang," kata Kapolres saat gelar perkara, Jumat (17/7/2020).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Yunus mulai membuat dan menjual tembakau gorila mulai Mei 2020. Polisi selanjutnya menggeledah kamar indekos Yunus di Gamasan Bandungan yang dijadikan pelaku tempat meracik narkoba itu. Yunus memproduksi tembakau gorila di indekosnya seorang diri. 

"Kami berhasil menemukan barang bukti tembakau gorila siap edar dan peralatan untuk memproduksi di kamar kos tersangka," ujarnya.

Adapun barang bukti yang diamankan meliputi tembakau gorila kering 57,7 gram, tembakau gorila basah 434,06 gram, dan plastik berisi irisan tembakau kering. Kemudian, amplop coklat, panci, kompor listrik, gelas kaca, timbangan elektrik, pakaian, hingga dua botol cairan methanol.

Selain itu juga diamankan barang bukti serbuk seberat 2,004 gram. Serbuk itu diduga digunakan sebagai bahan fermentasi pembuatan tembakau jenis gorila.

"Jadi yang bersangkutan memproduksi tembakau gorila di kosnya," kata Kapolres.

Sementara untuk menjual narkoba itu, pelaku menyimpan tembakau gorila yang sudah siap edar dalam bungkusan plastik dan disimpan di pakaian. Pakaian yang berisi paket tembakau gorila kemudian dibungkus menggunakan amplop coklat dan plastik hitam untuk penyamaran.

"Pelaku menjual tembakau gorila Rp100.000 per gram. Keuntungan per minggu bisa mencapai Rp1 juta," kata Kapolres.

Saat ini Polres Semarang masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap jaringan yang terlibat dalam peredaran tembakau gorila.


Editor : Maria Christina