Polres Sukoharjo Selamatkan Puluhan Anjing Hendak Diperdagangkan untuk Konsumsi

Ary Wahyu Wibowo · Kamis, 25 November 2021 - 18:03:00 WIB
Polres Sukoharjo Selamatkan Puluhan Anjing Hendak Diperdagangkan untuk Konsumsi
Polres Sukoharjo berhasil menyelamatkan puluhan anjing yang akan diperdagangkan untuk konsumsi. (foto: Dok Polres Sukoharjo)

SUKOHARJO, iNews.idPolres Sukoharjo bersama Komunitas Dog Meat Free Indonesia berhasil menyelamatkan puluhan anjing yang akan diperdagangkan untuk konsumsi. Sedikitnya ada 53 ekor anjing yang diselamatkan dari sebuah tempat di wilayah Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan, pelaku adalah GTS (40), warga Kecamatan Gemolong,  Kabupaten Sragen. Pelaku ditangkap saat mengirimkan anjing tersebut kepada pembelinya di wilayah Kartasura beberapa hari lalu.

“Jadi awalnya petugas mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di wilayah hukum Polres Sukoharjo banyak beredar pedagang kaki lima yang menjual anjing untuk digunakan dalam pembuatan masakan. Kemudian petugas melakukan penyelidikan terkait informasi tersebut dan ditemukan di wilayah Kartasura,” ungkap Kapolres, Kamis (25/11/2021).

Kemudian pada Rabu (24/11/2021) sekira pukul 00.30 WIB, lanjut Kapolres,  petugas melakukan penangkapan terhadap penyuplai daging anjing di Desa Ngadirejo, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

Menurutnya, saat ditangkap pelaku tidak bisa menunjukkan dokumen surat keterangan kesehatan hewan (SKKH). Dari pemeriksaan yang dilakukan penyidik Satreskrim Polres Sukoharjo diketahui anjing-anjing itu berasal dari Kabupaten Garut yang diduga di wilayah tersebut masih menjadi zona rawan penyakit anjing.

“Dimana Polres Sukoharjo berhasil mengamankan setidaknya 53 ekor anjing yang dikirim secara ilegal dari Jawa Barat,” ujarnya.

Atas perbuatannya, pelaku diduga telah melakukan tindak pidana setiap orang yang mengeluarkan dan/atau memasukkan hewan, produk hewan, atau media pembawa penyakit hewan lainnya ke dalam wilayah bebas dari wilayah tertular atau terduga tertular sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (2) UU RI No 41 tahun 2014 tentang perubahan undang undang Nomor 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan kesehatan hewan dipidana dengan pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun dan/atau denda paling sedikit Rp150 juta dan paling banyak Rp1 miliar.

Editor : Ahmad Antoni

Bagikan Artikel: