Potret Warga Bertaruh Nyawa Seberangi Jembatan Darurat di Sungai Perbatasan Demak-Kudus

Sukmawijaya · Rabu, 21 September 2022 - 09:42:00 WIB
Potret Warga Bertaruh Nyawa Seberangi Jembatan Darurat di Sungai Perbatasan Demak-Kudus
Warga harus ekstra hati-hati saat melintasi jembatan di atas Sungai Wulan, perbatasan Demak-Kudus. (Sukmawijaya)

Warga berharap segera dibangunkan jembatan permanen, namun belum ada respons dari pemerintah. Seperti halnya jalan tol, warga tidak keberatan harus membayar uang senilai Rp2.000 untuk mengakses jembatan pulang-pergi.

Jembatan Sentro-Dungwaru merupakan jembatan musiman yang dikaryakan beberapa warga secara mandiri. Saat musim kemarau, jembatan itu dibangun untuk akses jalan. Namun setelah 6 bulan musim hujan warga hanya bisa menyeberangi sungai dengan perahu besar.

“Jembatan ini berada di bibir Sungai Wulan saat musim hujan jembatan pun dibongkar karena sering tergenang air sungai,” kata Harjo Sukron, perangkat Desa Kedungwaru Lor.

Saat debit sungai meninggi, bahkan beberapa ruas jalan menuju jembatan tergenang air. Untuk menyeberang sungai, warga harus menumpang perahu dan memarkirkan motornya di ujung tanggul sungai. 

“Saat melintas harus mengantre siapa dulu yang sudah melintas, pengendara lain harus sabar menunggu,” ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni

Follow Berita iNewsJateng di Google News

Bagikan Artikel: