Profil Kabupaten Rembang, Dikenal sebagai Tempat Peristirahatan Terakhir RA Kartini
Dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Rembang, nama Rembang telah disebut dalam sumber tertulis, baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Pada Pupuh XXI dalam Kitab Negara Kertagama, nama Rembang disebut dalam kalimat “… ke arah kota Rembang sampai di Kemirakan yang letaknya di pantai lautan.”
Dalam catatan perjalanan Tome Pires (1512-1515), seorang penjelajah Portugis, nama Rembang disebut bersamaan dengan deretan nama-nama wilayah lainnya di Jawa, yakni “…the land of Rembang (Remee)”.
Penamaan Rembang sendiri diketahui berasal dari upacara pemangkasan pohon tebu yang disebut dengan “ngrembang sakawit”. Dari kata “ngrembang” itulah nama Rembang bermula. Sementara itu, hari jadi Kabupaten Rembang ditetapkan pada tanggal 27 Juli 1741, sebagai penghormatan atas keberanian Bupati Rembang saat itu, Ingabehi Anggadjaja, dalam melawan Belanda.
Dalam perjalanan sejarah bangsa, Kabupaten Rembang dikenal sebagai tempat peristirahatan terakhir RA Kartini, tokoh pejuang emansipasi wanita sekaligus pahlawan nasional Indonesia. RA Kartini, yang merupakan istri Bupati Rembang RMAA Djojo Adhiningrat, wafat pada 1904, beberapa hari setelah melahirkan putra pertamanya. Untuk mengenang jasa RA Kartini, tempat tinggalnya saat itu kemudian dijadikan Museum RA Kartini Rembang.
Editor: Ahmad Antoni