get app
inews
Aa Text
Read Next : Kecelakaan di Banyumas, Pemotor Hilang usai Tabrak Jembatan Sungai Pelus

Puluhan Pemudik Motor Terjaring di Pos Penyekatan Jembatan Timbang Ajibarang

Senin, 10 Mei 2021 - 14:45:00 WIB
Puluhan Pemudik Motor Terjaring di Pos Penyekatan Jembatan Timbang Ajibarang
Petugas gabungan saat menghentikan kendaraan pemudik dari arah Jakarta untuk menjalani pemeriksaan di Pos Penyekatan Jembatan Timbang Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Senin (10/5/2021). Foto: ANTARA/Sumarwoto.

PURWOKERTO, iNews.id – Sekitar 20 pemudik motor dari Jakarta dan sekitarnya terjaring di Pos Penyekatan Jembatan Timbang Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Senin (10/5/2021). Penyekatan dengan cara membelokkan seluruh kendaraan berpelat nomor luar wilayah eks Karesidenan Banyumas. 

Setelah terjaring, petugas mendata para pemudik dan memeriksa surat-surat yang wajib dibawa pada masa larangan mudik  6-17 Mei 2021, termasuk memeriksa suhu tubuh pemudik. Bagi pemudik yang membawa persyaratan lengkap, dipersilakan untuk melanjutkan perjalanan.

Sementara bagi pemudik yang tidak membawa persyaratan yang telah ditentukan, tidak diizinkan melanjutkan perjalanannya menuju daerah tujuan. Bupati Banyumas Achmad Husein yang tengah melakukan segera mengambil kebijakan untuk menangani pemudik bersepeda motor yang mayoritas hendak menuju Kabupaten Kebumen dan Purworejo. 

Menurut Bupati, persoalan pemudik tergolong rumit karena tidak hanya menyangkut Kabupaten Banyumas. Jika pemudik  merupakan warga Kabupaten Banyumas sudah dipastikan akan dibawa ke tempat karantina lebih dulu.

"Tapi karena ini ada warga Purworejo, ada Kebumen, dan wilayah sebelah timur itu, kami mau ambil kebijakan suruh balik lagi juga bagaimana, wong sudah sampai sini. Kami mau karantina sini juga bukan hak kami, akhirnya kami ambil kebijakan untuk dites antigen semuanya, gratis," kata Bupati Achmad Husein.

Jika tes antigen menunjukkan hasil negatif, pemudik dipersilakan untuk melanjutkan perjalanannya menuju daerah tujuannya. Akan tetapi jika tes antigennya menunjukkan hasil positif, pemudik akan dirawat lebih dulu dan selanjutnya diserahkan pemerintah kabupaten yang akan dituju. Ia mengakui jika mengacu pada jenjang di Kepolisian, para pemudik tersebut pasti akan diperintahkan untuk putar balik.

"Tapi ini karena ada kebijakan di daerah, saya ambil kebijakan sendiri supaya tidak terlalu menyengsarakan, sehingga cukup dengan tes antigen, saya yang bertanggung jawab. Jadi, ini bukan tanggung jawabnya Pak Kapolresta, tapi saya ambil kebijakan, tanggung jawab sebagai kepala daerah sini," katanya. 

Kapolresta Banyumas Kombes Pol M Firman L Hakim mengakui jebolnya penyekatan di wilayah barat Kabupaten Banyumas merupakan suatu polemik.

"Ini polemik ya, ini rumitnya di sini. Ini polemik jadinya, karena kami berharap disekatnya dari daerah barat, nah ternyata daerah barat jebol, ini akan berdampak di (wilayah) kami," katanya 

Kendati di wilayah Banyumas tidak jebol, pihaknya tetap melakukan upaya terbaik.

"Intinya satu, kami tetap menjaga kesehatan yang ada di sini," katanya.

Editor: Ary Wahyu Wibowo

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut