Ratu Belanda Maxima Kawinkan Spesies Anggrek Indonesia saat di UGM

Kuntadi ยท Rabu, 11 Maret 2020 - 17:31 WIB
Ratu Belanda Maxima Kawinkan Spesies Anggrek Indonesia saat di UGM
Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima mengunjungi kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta, Rabu (11/3/2020) (Foto: Istimewa)

YOGYAKARTA, iNews.id - Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima mengunjungi kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta, Rabu (11/3/2020). Keduanya pun melihat inovasi karya mahasiswa UGM.

Usai mengunjungi Keraton Yogyakarta, Raja dan Ratu Belanda bertolak ke UGM. Bertempat di Balai Senat UGM, mereka didampingi Menteri Luar Negeri Belanda Stephanus Abraham Blok dan juga Dubes Belanda untuk Indonesia Rob Swartbol.

“Kami merasa sangat terhormat dapat menjadi tuan rumah bagi kunjungan yang bersejarah dari Raja dan Ratu Belanda di universitas kami," kata Rektor UGM Panut Mulyono, di Balai Senat UGM, Rabu (11/3/2020).

Menurut Panut, Belanda lebih dari sekadar sahabat bagi Indonesia. UGM telah berkolaborasi dalam pengembangan pendidikan. Dalam kunjungan ini beberapa peneliti UGM berkesempatan untuk mempresentasikan penelitian yang tengah mereka kerjakan dalam bidang-bidang strategis seperti kesehatan, biodiversitas dan hukum.

Dosen Fakultas Biologi UGM Endang Semiarti, mengundang Ratu Maxima untuk mengawinkan spesies anggrek Indonesia. Anggrek ini kemudian dinamai Vanda Tricolor Lindley Queen Maxima untuk menandai peran serta dukungan Belanda terhadap pelestarian biodiversitas di Indonesia.

Rombongan dari Belanda juga menyaksikan pameran inovasi civitas akademika UGM di Balairung yang merupakan program dari Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi (PUI) UGM. Beberapa inovasi merupakan karya mahasiswa dan dosen.

"Kunjungan ini menandai babak baru kerja sama antara UGM dan institusi di Belanda di masa mendatang," kata Endang.

Perwakilan dari Dutch Universities Association, Wim van den Doel memaparkan tiga rencana kolaborasi. Salah satunya program Week for Indonesian-Netherlands Education and Research (WINNER) 2020 kerja sama antara institusi tersebut dengan LIPI.

“Saya mengundang kalian semua untuk bisa mengikuti program ini. Ini adalah kegiatan yang baik sekali,” ujar van den Doel.

Van den Doel juga menjelaskan pembentukan Boscha Medal yang merupakan penghargaan terhadap ilmuwan Indonesia dan Belanda memberikan kontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan. Dia meminta UGM untuk dapat menominasikan kandidat yang layak untuk menerima penghargaan tersebut melalui Kedutaan Besar Belanda untuk Indonesia.

Untuk mendorong kerja sama ilmiah antara Indonesia dan Belanda, pemerintah kedua negara juga meluncurkan program hibah penelitian senilai 3 juta Euro. Hibah ini memberi kesempatan kepada peneliti Indonesia dan Belanda untuk bekerja sama dalam penelitian dengan dana bersama dari kedua negara.

"Siapkan proposal penelitian yang interdisipliner, dan ini menjadi upaya Bersama untuk menciptakan langkah-langkah di masa depan," ucap Sebastiaan den Bak dari Netherlands Organisation for Scientific Research.


Editor : Nani Suherni