Wagub Jateng Ingatkan ASN Tak Tebarkan Isu yang Bisa Pecahkan Kerukunan Bangsa

Nani Suherni ยท Selasa, 11 Februari 2020 - 10:40 WIB
Wagub Jateng Ingatkan ASN Tak Tebarkan Isu yang Bisa Pecahkan Kerukunan Bangsa
Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin (Foto: Dokumen Pemprov Jateng)

SEMARANG, iNews.id – Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen meminta para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Jateng, tidak ikut mengobarkan isu yang mengakibatkan perpecahan kesatuan bangsa. Dia mengingatkan, pegawai negeri maupun calon PNS harus menjadi pemersatu.

Taj Yasin Maimoen atau yang akrab disapa Gus Yasin ini mengaku, akhir-akhir ini marak isu berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

"Jangan ikut-ikutan memecah belah atau justru mengobarkan api perpecahan, dan memperuncing perbedaan," ujar Gus Yasin, saat Pelatihan Dasar Golongan II dan III dan Pelatihan Prajabatan Kategori 2 (K2) CPNS Provinsi Jawa Tengah di Auditorium Sasana Widya Praja Badan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Jateng, Senin (10/2/2020).

Dia berharap ASN dapat mengikuti irama kerja yang dibangun dengan baik, mengabaikan ego sektoral, membuktikan mampu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat tanpa korupsi.

Gus Yasin tak mengelak, kalau memberikan pelayanan yang prima tidak mudah. Tetapi, dengan inovasi dan tanpa korupsi maupun pungutan liar, masyakat bisa lebih menghargai kinerja pemerintah.

"Tidak kalah penting adalah terus meningkatkan kualitas pelayanan, melakukan perbaikan-perbaikan, aktif menyampaikan berbagai program pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dan kota di Jateng," katanya.

Menurutnya, untuk mencapai kinerja yang baik maka harus ada kerjasama baik antarindividu, instansi, maupun lembaga. Atas kerjasama yang baik, lanjutnya berbagai penghargaan bisa diraih Pemprov Jateng baik penghargaan tingkat regional maupun nasional.

Antara lain penghargaan atas keberhasilan menurunkan angka kemiskinan, penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pelaporan harta kekayaan, serta penghargaan lainnya.


Editor : Nani Suherni