Reaksi Ikadi Jateng Soal Ulama Diserang: Ini Bukan yang Pertama

Ahmad Antoni ยท Rabu, 16 September 2020 - 08:01 WIB
Reaksi Ikadi Jateng Soal Ulama Diserang: Ini Bukan yang Pertama
Ilustrasi

SEMARANG, iNews.id - Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Jawa Tengah prihatin atas kasus penyerangan dan kekerasan terhadap ulama yang terjadi di sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir ini. Dua kasus terakhir terjadi pada ulama Syekh Ali Jaber yang terluka pada lengan kanannya setelah ditusuk seorang pemuda di Lampung dan seorang imam masjid meninggal setelah dibacok di OKI Sumatera Selatan.

“Kita sangat prihatin bahwa ini terjadi di negeri ini, dan ini bukan yang pertama. Meskipun begitu kita juga gak boleh gegabah berspekulasi, siapakah sesungguhnya pembuat onar itu dan apa motif dibaliknya,” kata Ketua Ikadi Jateng, Wahid Ahmadi, Selasa (15/9/2020) malam.

Menurut dia, munculnya kasus penyerangan dan kekerasan terhadap ulama menunjukkan bahwa kehidupan sosial politik saat ini tidak dalam keadaan sehat. Ditambah kondisi perekonomian yang terpukul akibat dampak pandemi Covid-19

“Saat- saat seperti ini negara harusnya tampil kuat sebagai pengayom, penjamin, dan pemberi harapan. Namun tampaknya itu tak terjadi. Berbagai statemen dari pejabat dan langkah menghadapi pandemi menunjukkan bahwa Pemerintah gamang dan tak berkarakter kuat menyikapi persoalan besar bangsa,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut ustaz Wahid, pihaknya mengajak umat Islam untuk bersatu, saling membantu, baik antarormas Islam yang ada maupun masyarakat secara individual.

“Ormas besar seperti NU dan Muhammadiyah yang memiliki Banser dan Kokam, saatnya mereka tunjukkan kesigapannya melindungi para ulama di manapun berada, agar tak ada lagi ada tangan jahat yang mencoba menyentuhnya,” ucapnya.


Editor : Nani Suherni