Rekomendasi Mega untuk Calon Wali Kota Solo di Pilkada 2020 Tertunda

Antara ยท Senin, 13 Januari 2020 - 17:00 WIB
Rekomendasi Mega untuk Calon Wali Kota Solo di Pilkada 2020 Tertunda
Ketua DPP PDIP Megawati Soekarnoputri saat membuka Rakernas PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020). (Foto: Antara)

SOLO, iNews.id - Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo memastikan rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP untuk nama calon Wali Kota Solo di Pilkada 2020 tertunda. Saat ini semua pihak fokus pada penanganan bencana alam di wilayah Indonesia.

"Banyak daerah yang mengalami bencana. Hal tentang rekomendasi calon (wali kota Solo) ditunda," katanya di Solo, Senin (13/2/2020).

BACA JUGA: Hujan Disertai Petir Berpotensi Guyur DIY 5 Hari ke Depan

Bahkan, pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP di Jakarta beberapa waktu lalu, tidak ada pesan khusus dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk Kota Solo.

Dia mengatakan pesan yang disampaikan Mega bersifat umum, yaitu diharapkan pada Pemilukada 2020 makin banyak kader PDIP yang menjadi kepala daerah.

"Secara umum dengan semangat yang lebih, diharapkan (banyak kader terpilih) setelah kemenangan dua kali pemilu. Saya sebetulnya berharap dipanggil tetapi tidak ada sama sekali. Daerah lain juga tidak diajak komunikasi secara khusus," katanya.

BACA JUGA: Sebagai Bentuk Kritik, Para Pelajar ini Berswafoto di Lokasi Banjir

Sebagaimana diketahui, saat ini tengah kencang pemberitaan mengenai persaingan antara Achmad Purnomo dengan putra pertama Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, untuk memperoleh rekomendasi sebagai wakil PDIP pada kepesertaan Pemilukada 2020.

Sementara itu, menanggapi pernyataan Sekretaris Jendral PDIP Hasto Kristiyanto yang membuka ruang bagi anak-anak muda seperti Gibran, pihaknya tidak mau pesimistis.

"Itu kan masih peluang, kalau menurut saya yang penting muda dalam arti kata pikiran. Bukan dikaitkan dengan umur," kata Purnomo.

BACA JUGA: Polisi Terus Buru Napi Rutan Boyolali yang Kabur

Meski demikian, jika indikasi rekomendasi mengarah ke Gibran, itu merupakan hak prerogatif ketua umum.

"Silakan saja, tetapi itu kan masih isu. Tetapi saya masih yakin dan optimistis DPC secara bulat memberikan kepercayaan kepada saya dan Teguh Prakoso. Masa itu tidak jadi pertimbangan DPP," ujarnya.

Mengenai kemungkinan dirinya dipasangkan dengan Gibran, dia akan menyerahkan keputusan kepada DPC PDIP Surakarta.

"Saya kan petugas partai. Saya ditugaskan oleh DPC (untuk berpasangan) dengan pak Teguh. Kalau hasilnya lain ya saya kembalikan ke DPC yang memberikan tugas kepada saya. Saya tetap tegak lurus partai. Karena kemarin tugas dari DPC kalau lain ya kembalikan ke DPC," ucap Purnomo.


Editor : Nani Suherni