RMI NU Akan Gelar Apel Akbar Santri Nusantara di Benteng Vastenburg

Antara ยท Kamis, 18 Oktober 2018 - 23:30:00 WIB
RMI NU Akan Gelar Apel Akbar Santri Nusantara di Benteng Vastenburg
Ratusan santri saat menggelar peringatan Hari Santri Nusantara. (Foto: Dok.iNews.id)

SOLO, iNews.id - Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) akan menggelar Apel Akbar Nusantara 2018 dalam memperingati Hari Santri Nasional yang dipusatkan di Bentang Vastenburg Solo, Sabtu (20/10/2018).

Pada Apel Akbar Santri Nusantara tersebut akan dihadiri sebanyak 50.000 santri pondok pesantren (ponpes) dari 34 provinsi di Indonesia, dan rencana juga dihadiri Presiden Joko Widodo.

Ketua Pengurus Pusat RMI-NU H. Abdul Ghoffar Rozin (Gus Rozin) mengatakan, apel akbar santri Nusantra itu akan dipimpin langsung Presiden Joko Widodo. “Kenapa Pak Jokowi, karena beliau yang menetapkan Hari Santri Nasional pertama pada 2015,” kata Gus Rozin, di Hotel Kusuma Said Solo, Kamis (18/10/2018).

Menurut Gus Rozin, Presiden sebagai simbol Negara dan ponpes menjadi bagian dari Bangsa Indonesia, sehingga dalam pengembangkan pesantren negara harus hadir secara riil dan politik.

"Ponpes saatnya dijadikan mitra di dalam membangun karakter bangsa. sehingga kehadiran Presiden sebagai simbol negara menjadi sangat penting," kata Gus Rozin didampingi Sekretaris RMI-NU Habib Sholeh selaku ketua paniti pelaksanaa acara.

ada acara Apel Akbar Nusantara tersebut, kata dia, jadwalnya sempat mundur dua kali awalnya akan digelar di Stadion Sriwedari Solo pada Minggu (7/10/2018), tetapi kemudian diundur Sabtu (13/10/2018), dan akhirnya ditetapkan digelar di Benteng Vastenburg Solo, Sabtu (20/10/2018).

Gus Rozin mengatakan, apel akbat tersebut merupakan ajang kosolidasi para santri supaya memiliki atau menguatkan kembali rasa kebersamaan untuk meneguhkan dan bersama-sama menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Nanti ada perwakilan dari santri seluruh nusantara untuk menyampaikan ikrar tekad santri untuk menjaga NKRI."Acara ini, sebagai peneguhan komitmen kaum santri dalam menjaga berdirinya NKRI," ucap Gus Rozin.

Dia menegaskan, peringatan santri Nusantara yang bertepatan pada masa tahun politik, bukanlah acara kampanye sehingga tidak ada atribut apa pun yang mendukung salah satu calon. 

"Kami mengimbau masyarakat bisa menjaga acara ini, tidak ada atribut parpol atau kampanye apa pun, dan semuanya sesuai aturan dalam Pemilu," ujar Gus Rozin.

Editor : Kastolani Marzuki