Sepasang Lansia di Pekalongan Puluhan Tahun Tinggal di Rumah Reot

Suryono Sukarno ยท Kamis, 17 Januari 2019 - 06:37 WIB
Sepasang Lansia di Pekalongan Puluhan Tahun Tinggal di Rumah Reot
Sepasang lansia Warsono dan Barkah puluhan tahun tinggal di rumah tak layak huni di Desa Pantianom, Bojong, Kabupaten Pekalongan. (Foto: iNews.id/Suryono)

KAJEN, iNews.id – Sepasang warga lanjut usia (lansia) di Desa Pantianom, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah selama puluhan tahun harus tinggal di rumah reot dan nyaris ambruk. Mereka juga kesulitan memenuhi kebutuhan hidup karena tak ada penghasilan dan hanya bergantung dari dermawan.

Kondisi itu dialami Kakek Warsono (77) dan istrinya, Barkah (74). Mereka harus tinggal di rumah yang hanya berdinding kayu bekas dan berlantaikan tanah. Tak ada barang berharga, bahkan tidak memiliki tempat tidur.

Ironisnya, rumah yang sekarang mereka tempati juga bukan di atas tanah miliknya melainkan lahan milik desa. Pasangan lansia ini tidak punya rumah dan menetap di desa setempat selama 10 tahun. Gubuk yang saat ini ditempati telah beberapa kali diperbaiki warga karena kondisinya tidak layak huni. “Untuk beli makan tiap hari, saya berdua jadi buruh melipat kain kasa. Penghasilannya kadang bisa Rp5.000 sampai Rp10.000 per hari,” kata Warsono, Rabu (16/1/2019).

Pasangan Warsono dan Barkah sebenarnya mempunyai 10 anak, namun saat ini tinggal dua anak. Sedangkan delapan anak lainnya sudah meninggal karena sakit.

Kulo asline gadah lare wolu. Lah, bapake niki gadah lare 10. Kulo ini mpun kawin ping pitu (Saya sebenarnya punya anak delapan, sedangkan bapak punya anak dua. Saya sudah kawin dengan tujuh laki-laki termasuk dengan bapak ini),” kata Barkah.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di sela-sela kunjungan keerjanya ke Pekalongan menyempatkan diri bersilaturahmi ke rumah kakek Warsono.

Ganjar tampak berbincang akrab dengan kedua lansia itu dan beberapa kali bercanda dan menghibur kakek-nenek tersebut. “Dulu sebenarnya ada yang lapor ke saya mengenai kakek-nenek ini. Saya tindaklanjuti hari ini. Alhamdulillah juga respons masyarakat dan bupati cepat,” katanya.

Ganjar mengaku kedatangannya itu untuk memastikan terkait pembebasan lahan yang akan dilakukan Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi. Nantinya tanah desa akan dibeli oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk diserahkan ke lansia tersebut. “Paling penting itu kepedulian sesama dari masyarakat,” ucapnya.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan, setelah tanahnya dibeli dan dihibahkan kepada kakek-nenek itu, baru bisa dilakukan pembuatan rumah permanen.


Editor : Kastolani Marzuki