Siap Kalahkan Gibran, Bajo Target Menang 80 Persen Suara di Pilwalkot Solo

Sindonews, Ary Wahyu Wibowo ยท Selasa, 03 November 2020 - 18:07:00 WIB
Siap Kalahkan Gibran, Bajo Target Menang 80 Persen Suara di Pilwalkot Solo
Pasangan Bajo siap mengalahkan Gibran dalam Pilwalkot Solo. (Foto: SINDOnews/Ary Wahyu Wibowo)

SOLO, iNews.id - Calon Wali Kota Solo dari jalur independen, Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) mengklaim telah meraih dukungan 70.240 suara selama kampanye. Pasangan calon (paslon) tersebut menargetkan meraup dukungan 80 persen pemilih di Kota Solo untuk mengalahkan pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa yang diusung PDIP.

Ketua Tim Pemenangan pasangan Bajo, Sigit Prawoso mengatakan, dukungan sebesar 30.217 suara berasal dari koalisi rakyat Solo yang kemudian bergerak secara masif untuk mencari dukungan ke masyarakat. Sedangkan 40.023  suara berasal dari dukungan di luar koalisi rakyat.

“Kami merangkul banyak komunitas warga, seperti komunitas indie Soloraya, komunitas wedangan Solo, dan lainnya,” kata Sigit Prawoso saat jumpa pers, Selasa (3/11/2020).

Dengan sisa waktu kampanye saat ini, Sigir mengaku akan terus mencari dukungan dan ditargetkan bisa mencapai 80 persen dari jumlah pemilih di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Solo.

Sekaligus mengalahkan Gibran Rakabuming Raka yang merupakan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Saya optimis di sisa waktu hingga 9 Desember 2020 nanti, dukungan dari masyarakat Solo ditarget di atas 80 persen,” katanya.

Target tersebut diyakini tercapai melalui sistem sekasur, sedapur, sesumur.

Cawalkota Solo, Bagyo Wahyono mengaku melakukan kampanye door to door dengan hasil yang luar biasa.

“Berdasarkan kampanye yang telah kami lakukan, masyarakat Solo merupakan masyarakat yang cerdas,” kata Bagyo Wahyono.

Selama kampanye dari pintu ke pintu, dirinya banyak mendapat masukan dari warga.

Sehingga kampanye door to door sangat efektif dekat dengan masyarakat. Sebab dirinya dapat berdiskusi tentang sesuatu masalah secara langsung  dengan masyarakat. Tidak sekadar menerima laporan atau data. Tetapi bisa bertatap muka dan menyerap aspirasi masyarakat.

Editor : Kastolani Marzuki