Solo KLB Virus Korona, Sekolah Diliburkan Mulai Senin

Nani Suherni ยท Jumat, 13 Maret 2020 - 23:53 WIB
Solo KLB Virus Korona, Sekolah Diliburkan Mulai Senin
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. (Foto: Antara)

SOLO, iNews.idWali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengumumkan Solo kini berstatus kejadian luar biasa (KLB) virus korona atau Covid-19. Keputusan ini diambil setelah salah seorang dari dua pasien positif korona yang dirawat di RSUD Dr Moewardi meninggal dunia.

“Atas dasar pertimbangan dari Dinas Kesehatan, diputuskan Solo dinyatakan KLB korona,” kata Rudy usai rapat terbatas dengan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Loji Gandrung Solo, Jawa Tengah, Jumat (13/3/2020) malam.

Menyusul penetapan status KLB korona, Pemkot Solo juga telah menyiapkan sejumlah rekomendasi kepada untuk mengantisipasi penyebaran virus korona.

Salah satunya, mengimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk tidak mengumpulkan orang banyak di satu titik. “Itu harus dihindari,” ujarnya.

Rekomendasi lainnya, kegiatan belajar dan mengajar di sekolah diliburkan mulai Senin, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) dan SMP/MTs. Para siswa diharapkan belajar di rumah masing-masing sampai surat keputusan KLB dicabut.

“Sekolahan untuk diliburkan mulai hari Senin. Bukan diliburkan maksud saya, jadi belajar di rumah selama KLB ini belum dicabut dan untuk bapak ibu gurunya tetap beraktivitas di sekolah masing-masing untuk menjaga kebersihan dan keamanan aset,” kata Rudy.

Rudy juga meminta agar di pusat-pusat perbelanjaan, baik pasar tradisional maupun toko-toko yang dikunjungi oleh masyarakat, agar disediakan PHBS.

“Jadi pola hidup bersih sehat itu, sediakan sabun dan sebagainya. Begitu masuk, syukur-syukur sudah ada yang diberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Kalau di perbelanjaan, kami mengimbau supaya baik pasar tradisional maupun toko-toko yang dikunjungi oleh masyarakat, mohon untuk disediakan PHBS.

“Jadi pola hidup bersih sehat (PHBS) itu, sediakan sabun dan sebagainya. Begitu masuk, syukur-syukur sudah ada yang diberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Demikian juga kunjungan di rumah sakit. Rumah sakit harus berani membatasi jumlah pengunjung supaya tidak banyak. “Maksimal dua orang supaya bisa menjaga semuanya. Tadi saya sampaikan lebih baik dimarahi orang waras daripada dimarahi orang sakit,” katanya.


Editor : Maria Christina