get app
inews
Aa Text
Read Next : Jokowi Buka Suara soal Polemik Menhan Murka Keberadaan Bandara IMIP Morowali

Surat Terbuka Insan Film untuk Jokowi, Begini Saran Pakar Pariwisata UNS

Sabtu, 13 Maret 2021 - 16:22:00 WIB
Surat Terbuka Insan Film untuk Jokowi, Begini Saran Pakar Pariwisata UNS
Pakar pariwisata Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Dr Deria Adi Wijaya. Foto: Ist.

SOLO, iNews.id - Surat terbuka para aktor, aktris, dan insan perfilman kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat perhatian banyak kalangan. Salah satunya pakar pariwisata Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Dr Deria Adi Wijaya. 

Sebelumnya, surat terbuka diposting Joe Taslim, Tara Basro, dan Clairine Christable di akun Instagram. Surat terbuka berisi permintaan dan curahan hati akibat lesunya industri perfilman selama pandemi Covid-19.

Salah satu poin yang disampaikan adalah meminta pemerintah memberikan bantuan kepada insan perfilman melalui berbagai paket stimulus, subsidi, serta perlindungan hukum dan kesehatan.

“Sudah selayaknya seniman, aktris, dan aktor berteriak agar diberikan peluang juga untuk bergerak kepada Pemerintah,” ujar Deria Adi Wijaya, Sabtu (13/3/2021).

Pemerintah harus membangkitkan gairah masyarakat menikmati film, baik melalui bioskop maupun platform streaming film. Ditutupnya bioskop akibat kebijakan PSBB dan PPKM, mengakibatkan minat masyarakat menurun. Sehingga, kerinduan menyaksikan film hanya bisa diakses melalui platform streaming film.

“Sebenarnya minat menyaksikan film, saya rasa masih ada  karena untuk menghindari kejenuhan. otomatis banyak masyarakat mengakses hiburan melalui film,” katanya. 

Deria juga menyampaikan permintaan agar pemerintah melalui kementerian terkait, menciptakan platform streaming film dalam negeri yang bersaing dengan platform streaming film luar negeri.

“Salah satunya membuat platform khusus untuk streaming film. Kemenparekraf bisa berkolaborasi dengan Kominfo untuk membuat platform film nasional ditopang BUMN,” tuturnya. 

Hal itu dipandang penting mengingat pembukaan bioskop di sejumlah daerah masih wacana. Padahal salah satu pendapatan terbesar dari para aktor, aktris, dan insan perfilman, didapat dari hasil pemutaran film di bioskop.

“Tentunya dengan paket-paket yang represenatif, harganya kompetitif, terjangkau oleh masyarakat. Sehingga bisa mengakses hiburan melalui smartphone atau melalui layar kaca,” ucapnya. 

Jika pemerintah berhasil menciptakan platform streaming film dalam negeri, ia menyebut hal itu menjadi keuntungan tersendiri bagi pemerintah dan para insan perfilman.

Sebab, mereka dapat menampilkan budaya-budaya lokal yang menjadi ciri khas kepribadian bangsa melalui film. Selain itu dapat menambah pemasukan bagi para aktor, aktris, dan insan perfilman.

“Untuk saat ini, perlu penguatan film-film yang mengangkat nilai kearifan lokal. Agar identitas film Indonesia itu kuat. Jadi, dalam hal ini mengangkat kebanggaan dari Bangsa Indonesia melalui film. Supaya dengan film-film di luar negeri, kita bisa bersaing," ucapnya. 

Pada sisi lain, dirinya mengapresiasi Pemerintah yang Memblokir situs streaming film ilegal. Namun hal itu dinilai belum cukup. Sebab, masyarakat juga perlu diedukasi agar mau beralih ke platform streaming online berbayar yang legal.

“Sekaligus membantu agar platform yang legal tetap eksis, bisa mendanai usaha dan investasi mereka. Dalam hal ini juga perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat agar mereka lebih paham,” ujarnya.

Kesadaran masyarakat berpindah ke platform streaming online berbayar, dapat membantu para insan perfilman memproduksi film yang berkualitas.

Editor: Ary Wahyu Wibowo

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut