Syawalan, Warga Pekalongan Nekat Terbangkan Balon Berpetasan meski Dilarang

Suryono Sukarno · Minggu, 31 Mei 2020 - 15:14:00 WIB
Syawalan, Warga Pekalongan Nekat Terbangkan Balon Berpetasan meski Dilarang
Petugas Polsek Pekalongan Selatan mengamankan balon udara raksasa yang akan diterbangkan warga dalam perayaan Syawalan, Minggu (31/5/2020). (Foto: iNews/Suryono Sukarno)

PEKALONGAN, iNews.id –Imbauan pemerintah kota (Pemkot) Pekalongan agar tidak menerbangkan balon udara tidak diindahkan warga. Mereka tetap nekat menerbangkan ribuan balon udara berpetasan dalam merayakan tradisi Syawalan yakni, tujuh hari setelah puasa Syawal atau Lebaran, Minggu (31/5/2020).

Pantauan iNews, warga menerbangkan balon dengan petasan ini di tanah lapang. Sebagian lainnya memilih menerbangkan di tempat tersembunyi. Setelah balon berisi asap penuh, kemudian dilepas ke udara lalu beberapa saaat kemudian petasan besar akan meledak satu per satu, menimbulkan bunyi menggelegar di udara.

“Tradisi ini sudah turun temurun, sehingga tetap dilakukan. Meski ada larangan, warga tetap menerbangkan balon sebagai penanda bahwa warga telah usai puasa Syawal dan saatnya perayaan,” kata warga Banyuurip Pekalongan, Hendi.

Petugas Polsek Pekalongan Selatan mengamankan petasan yang belum sempat disulut warga dalam perayaan Syawalan, Minggu (31/5/2020). (Foto: iNews/Suryono Sukarno)
Petugas Polsek Pekalongan Selatan mengamankan petasan yang belum sempat disulut warga dalam perayaan Syawalan, Minggu (31/5/2020). (Foto: iNews/Suryono Sukarno)

Aksi nekat warga akhirnya tercium polisi. Mereka langsung menggelar razia balon berpetasan ini di berbagai lokasi. Tempat- tempat biasa menerbangkan didatangi dan balon serta petasan serta tungku alat bakar disita petugas.

“Sejak pagi kami melakukan patrol dan mencegah penerbangan balon berpetasan ini. Kami berhasil me ngamankan sekitar 15 balon dan ratusan pestasan besar dan kecil. Pelaku kabur saaat kita mendatangi lokasi,” kata Kapolsek Pekalongan Selatan, AKP Basuki Budi Santoso.

Petugas hanya berhasil menyita sebagian kecil balon dan petasan tersebut. Polisi tidak mengamankan warga karena mereka sudah kabur sebelum petugas datang.

“Belasan balon dan ratusan petasan besar dan kecil berhasil diamankan lalu akan dimusnahkan. Para pemuda yang menerbangkan lari kocar kacir ketika aparat datang,” kata kapolsek.

Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melarang tradisi penerbangan balon udara yang biasa dilakukan warganya tiap Syawalan atau perayaan sepekan setelah Lebaran Idul Fitri 1441 H/2020 mendatang. Selain mengganggu penerbangan, tradisi balon udara juga bisa menjadi sarana penyebaran virus corona (Covid-19).

Ancaman hukumannya pun tak main-main. Jika masyarakat yang masih bandel menerbangkan balon udara liar yang membahayakan orang lain dapat sanksi pidana penjara paling lama dua tahun dan denda maksimal Rp500 juta.


Editor : Kastolani Marzuki