Tak Dapat Ganti Rugi, Warga Terdampak Tol Batang Ngadu ke Muhammadiyah

Eddie Prayitno ยท Rabu, 12 Desember 2018 - 20:17 WIB
Tak Dapat Ganti Rugi, Warga Terdampak Tol Batang Ngadu ke Muhammadiyah
Warga Kendal terdampak proyek Tol Batang-Semarang berangkat ke PP Muhammadiyah di Yogyakarta dari Kntor PD Muhammadiyah untuk mengadukan masalah ganti rugi yang belum tuntas. (Foto: iNews.id/Eddie Prayitno)

KENDAL, iNews.id – Puluhan warga di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah yang terdampak proyek pembangunan Jalan Tol Batang-Semarang berangkat ke Yogyakarta untuk mengadukan masalah ganti rugi yang belum jelas ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Mereka berharap PP Muhamadiyah membantu masalah mereka menyelesaikan ganti rugi yang dinilai tidak berpihak kepada warga.

Korban proyek jalan tol, Muhammad Hasan Alimin menyebutkan, ada 30 warga terdampak Tol Batang-Semarang yang akan berangkat ke Kantor PP Muhammadiyah di Yogyakarta. “Kami akan mengadukan permasalahan ini (ganti rugi) ke Pak Busyro Muqoddas (Ketua Bidang Hukum, HAM dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah) agar ikut menjembatani dengan pemerintah terkait permasalahan yang belum juga tuntas ini,” katanya, Rabu (12/12/2018).

Menurut Hasan, warga sudah tergusur dari pembangunan tol yang sudah hampir selesai namun hingga kini belum mengambil uang ganti rugi yang dititipkan ke Pengadilan Negeri (PN) Kendal karena banyak kesalahan, khususnya data pengukuran lahan milik warga.

“Berbagai upaya sudah dilakukan agar warga mendapat keadilan dalam ganti rugi, seperti pertemuan dengan Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah bahkan dengan staf kepresidenan. Namun hasilnya belum ada titik temu,” katanya.

Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal, Ikhsan Ikhtizam mendukung upaya warga untuk mendapatkan keadilan. “Muhammadiyah memfasilitasi warga terdampak tol untuk mengadukan masalah ini kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan berharap permasalahan ini segera selesai,” ujarnya.

Diketahui, puluhan warga Kendal yang terdampak Tol Batang-Semarang ini sempat beberapa kali mengajukan keberatan terkait data yang digunakan untuk pembayaran ganti rugi. Namun belum ada hasil, bahkan sejumlah rumah warga terpaksa dieksekusi karena tidak mau pindah.


Editor : Kastolani Marzuki