Takut Tak Kebagian, Ratusan Warga di Grobogan Lari Berebut Antrean Kupon Kurban

Rustaman Nusantara ยท Jumat, 31 Juli 2020 - 09:17 WIB
Takut Tak Kebagian, Ratusan Warga di Grobogan Lari Berebut Antrean Kupon Kurban
Warga berlarian berebut tempat antre pembagian kupon kurban di Masjid Jabalul Khoir, Purwodadi, Jateng (Foto: iNews/Rustaman Nusatara)

GROBOGAN, iNews.id - Takut tidak kebagian daging kurban, ratusan warga yang datang dari luar Kota Purwodadi, Jawa Tengah (Jateng) berlarian dan berebut tempat untuk mengantre pembagian kupon yang dibagikan di depan Masjid Jabalul Khoir, Jumat (31/7/2020). Petugas yang sudah mengatur posisi antrean langsung mengarahkan warga untuk berbaris dan jaga jarak.

Usai pelaksanaan salat Idul Adha, ratusan warga yang sudah mengantre di luar masjid langsung berlarian menuju halaman. Mereka berebut tempat duduk agar kebagian kupon daging kurban.

Sejumlah petugas takmir masjid dan anggota kepolisian yang sudah siaga di lokasi langsung mengarahkan seluruh calon penerima daging kurban untuk berjajar dan jaga jarak. Agar tak berdesakan, panitia telah memasang jarak satu meter. Bagi warga yang kedapatan tidak mengenakan masker kemudian didatangi dan diberikan masker gratis.

Warga Desa Tawangharjo, Suryani mengaku datang pukul 05.30 dengan menempuh perjalanan sejauh 30 menit dari rumah. Dia rela menunggu lama agar bisa mendapatkan kupon kurban.

"Di sana (Desa Tawangharjo) enggak ada daging. Adanya juga cuma kambing itu buat satu RT. Jauh-jauh ke sini ya cuma pengan makan daging pak," ucap Suryani.

Ketua takmir Masjid Jabalul Khoir Tugiman mengatakan, panitia menyiapkan 800 kupon di Idul Adha kali ini. Namun, baru 530 kupon yang sudah dibagikan.

"Ada 800 kupon. Tadi yang datang baru 530, karena terlalu lama banyak yang nunggu jadi kami langsung bagikan kupon," ucapnya.

Panitia kurban menjelaskan, meski di masa pandemi jumlah hewan kurban yang disembelih lebih banyak dibanding tahun kemarin. Sehingga jumlah penerima juga ditambah dan disesuaikan dengan jumlah hewan kurban untuk saat ini.


Editor : Nani Suherni