Tambah 1, Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Tegal Jadi 21 Orang

Yunibar ยท Kamis, 11 Juni 2020 - 03:00 WIB
Tambah 1, Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Tegal Jadi 21 Orang
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal dr Joko saat konferensi pers. (Foto: Humas Pemkab Tegal)

SLAWI, iNews.id – Kasus positif terkonfirmasi virus corona (Covid-19) di Kabupaten Tegal kembali bertambah satu, Rabu (10/6/2020). Pasien baru itu berjenis kelamin perempuan berinisial W (5) warga Desa Kedawung, Kecamatan Bojong.

Dengan penambahan pasien posotif corona itu menjadikan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Tegal menjadi 21 orang. Rinciannya, 12 orang sembuh, lima orang dirawat di rumah sakit dan empat orang meninggal dunia.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Tegal, dr Joko Wantoro mengatakan, pasien W diduga terpapar virus corona dari kakak kandungnya, perempuan, berinisial S (60), warga Pulogede, Bekasi, yang lebih dulu ditetapkan sebagai pasien Covid-19.

Joko mengungkapkan, sebagai orang yang memiliki interaksi erat dengan pasien Covid-19, selain harus mengisolasi diri, W juga harus menjalani dua metode pemeriksaan.

Pertama adalah rapid test yang dilakukan pada Senin (1/6/2020) lalu dengan hasil non reaktif dan kedua adalah pemeriksaan sampel swab pada Selasa (2/6/2020).

“Delapan hari setelah pengambilan spesimen swab atau Rabu (10/6/2020) siang tadi, hasil pemeriksaan menunjukan W terjangkit Covid-19,” kata Joko, Rabu (10/6/2020) sore.

Rapid test merupakan skrining awal untuk mendeteksi antibodi, mendiagnosis ada tidaknya infeksi virus dalam tubuh seseorang. Meskipun hasilnya non-reaktif, karena ada riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19, pihaknya tetap melakukan uji usap atau pemeriksaan swab.

“Hasil uji usap inilah yang digunakan untuk memastikan seseorang positif terinfeksi virus Corona ataukah tidak. Dan karena hasilnya positif, maka W pun langsung kita rujuk ke RSUD dr Soeselo Slawi,” ujarnya.

Pasien W ini, lanjut Joko, kondisi klinisnya baik, tetapi ditemukan komorbid atau penyakit penyerta berupa diabetes mellitus. Ihwal kasus Bojong tersebut, Joko pun mengungkapkan, seminggu sebelum Lebaran, S bersama suaminya yang berinisial E (62) datang ke Kedawung karena anak mereka meninggal dunia. S dan E pun menginap di rumah W, adik kandung S. Namun, karena mengalami sakit, S pun memeriksakan diri ke RS Muhammadiyah Moga, Pemalang dan dirawat inap.

“Di Rumah Sakit Muhammadiyah Moga, S sempat menjalani pemeriksaan sampel dahak menggunakan metode tes cepat molekuler atau TCM dengan hasil positif. Tes TCM ini biasa digunakan untuk pasien penyakit tuberkolosis, tapi dalam situasi pandemi Covid-19 bisa pula digunakan untuk skrining awal,” ungkap Joko.

Atas permintaan keluarga, S pun dirujuk perawatannya ke RS Harapan Sehat Slawi untuk kemudian dilakukan pemeriksaan swab dan hasilnya positif.

Sementara E, suami sekaligus kontak erat dari pasien S, baru dinyatakan terpapar virus Corona setelah pemeriksaan swab-nya keluar pada Rabu (10/6/2020) siang tadi dengan hasil positif. Ia pun kemudian dirujuk ke RSUD dr Soeselo Slawi.

Meski ada riwayat tinggal di wilayah Kabupaten Tegal, baik S maupun suaminya, E, tidak dicatat sebagai kasus Covid-19 asal Kabupaten Tegal. Hal ini karena alamat administrasi kependudukan dan durasi tinggalnya lebih lama di Bekasi.


Editor : Kastolani Marzuki