Tanggul Sementara Dibangun, Banjir di Desa Trimulyo Demak Mulai Surut

Sukmawijaya ยท Senin, 13 Januari 2020 - 06:42 WIB
Tanggul Sementara Dibangun, Banjir di Desa Trimulyo Demak Mulai Surut
Banjir menggenangi ribuan rumah di lima desa di Kabupaten Demak, Jateng, Kamis (9/1/2020). (Foto: iNews/Sukmawijaya)

DEMAK, iNews.id - Alat berat dikerahkan untuk membangun tanggul sementara di Sungai Tuntang, Demak, Jawa Tengah (Jateng). Warga kini mulai kembali ke permukiman untuk membersihkan lumpur.

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng mengerahkan belasan alat berat untuk membuat tanggul sementara. Genangan di permukiman warga mulai surut.

Salah satu warga, Parijan yang berasal dari Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Demak, kini mulai membersihkan rumahnya dari lumpur. Ketebalan lumpur bisa mencapai 20 cm.

"Tebal sekali ini lumpurnya, capek sekali bersihkannya," kata Parijan, Senin (13/1/2020).

BACA JUGA:

Banjir Rendam Ribuan Rumah di Demak akibat Tanggul Sungai Tuntang Jebol

Pertolongan Pertama saat Mobil Terendam Banjir

Parijan mengatakan sudah empat hari berada di pengungsian. Usai genangan surut, dia berharap keluarganya bisa segera kembali ke rumah.

"Harapannya bisa cepet ke rumah, kasihan anak-anak kedinginan di pengungsian," ucap Parijan.

Sebelumnya, ada sekitar 4.000 warga yang terdampak banjir. Sebagian besar warga masih bertahan di pengungsian.

Banjir menerjang lima desa akibat tanggul Sungai Tuntang jebol lantaran tidak kuat menahan debit air setelah diguyur hujan deras semalaman, Kamis (9/1/2020).

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) titik tanggul sungai yang jebol terjadi di wilayah Dukuh Gobang, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur. Tanggul setinggi lebih dari 10 meter itu jebol hingga menggenangi ratusan hectare sawah dan permukiman warga. Banjir semakin parah karena kiriman air dari hulu sungai akibat curah hujan tinggi.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq