Tanpa Telur, Isi Paket Sembako untuk Warga Karanganyar Didominasi Mi Instan

Okezone, Bramantyo ยท Kamis, 21 Mei 2020 - 08:36 WIB
Tanpa Telur, Isi Paket Sembako untuk Warga Karanganyar Didominasi Mi Instan
Pengepakan bantuan sembako untuk warga terdampak Covid-19 di Gedung Wanita Karanganyar, Rabu (20/5/2020). (Foto: Okezone/Bramantyo)

KARANGANYAR, iNews.id - Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng) mulai membagikan bantuan sembako senilai Rp18 miliar untuk warga terdampak virus corona (Covid-19). Meski nilai alokasi bantuan sembako cukup fantastik, tampaknya isi bantuan tersebut tak seperti yang diharapkan masyarakat.

Di lokasi pengepakan bantuan sembako bagi warga terdampak Covid-19 di Gedung Wanita Karanganyar, tiap dus paket sembako didominasi mi instan sebanyak 15 bungkus. Selain mi instan, paket sembako itu berisi beras 4 kilogram, gula pasir 1 kg, susu kaleng 2 buah, minyak goreng 2 kg, teh 4 biji, dan kecap ukuran 800 miligram. Dalam paket sembako tersebut tidak ada telur, biskuit, atau sirop.

Kepala Dinas Sosial Karanganyar Waluyo Dwi Basuki mengatakan isi paket sembako yang akan dibagikan itu sudah dibahas terlebih dahulu dengan semua pihak, termasuk DPRD. Bila dirasa isi paket sembako itu kurang pas, Basuki menyerahkan sepenuhnya penilaian pada publik.

"Yang dilihat itu niatan baik pemerintah, sudah berikan yang terbaik. Kami harap masyarakat bisa menerima bantuan sembako dan mensyukuri apapun isinya," ujar pria yang akrab disapa Basuki, Rabu (20/5/2020).

Menurut Basuki, jumlah paket sembako yang dibagikan pada masyarakat sebanyak 90.000 paket. Paket itu ditargetkan selesai dibagikan sebelum Hari Raya Idul Fitri.

"Sebanyak 90 ribu paket sembako itu siap meluncur hari ini juga menuju ke sasaran yakni warga miskin terdampak Covid-19," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Karanganyar Bagus Selo mengatakan bantuan sembako itu digelontorkan dalam rangka program Jaring Pengaman Sosial (JPS) penanganan dampak Covid-19. Jumlah total program bantuan di Karanganyar sekitar Rp203 miliar. Rinciannya, terbagi pada tiga program, yaitu pos penanganan kesehatan, JPS dan pos ekonomi warga terdampak Covid-19.

"Karena jumlahnya banyak bantuan itu disalurkan secara bertahap, namun dengan tempo cepat. Targetnya Lebaran selesai. Mengapa harus selesai sebelum Lebaran? Karena secara manusiawi Lebaran merupakan puncak meningkatnya kebutuhan, termasuk sembako, sehingga pemerintah sudah mengantisipasi," ucapnya.


Editor : Nani Suherni